detikcom

Minggu, 28/04/2013 14:19 WIB

MUI Jatim Surati SBY agar Tolak Acara Miss World di Bogor

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Penolakan pagelaran Miss World di Bogor September 2013 mendatang juga mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. MUI menolak keras ajang yang dianggap lebih banyak mempertontonkan aurat peserta.

MUI Jawa Timur secara resmi akan mengirim surat penolakan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar ajang Miss World yang akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada 28 September, dibatalkan.

"Indonesia iku ojolah, acara iku jangan (Indonesia janganlah, acara itu jangan). Kita ingin memberi saran ke presiden supaya tidak berkenan dan supaya beliau mengakhiri jabatan secara khusnul khotimah. Jangan lalu Indonesia menjadi ajang itu. Itu mesti menjadi ajang pameran aurat," kata KH Abdussomad Bukhori kepada detikcom, Minggu (28/4/2013).

Ketua MUI Jatim ini mengungkapkan, penolakan ajang Miss World itu tertuang dalam rapat kerja daerah MUI Jatim yang digelar di Sidoarjo. "Penolakan itu menjadi salah satu rekomendasi dalam rakerda MUI Jatim dan disetujui ormas Islam di Jatim," imbuhnya.

Abdussomad menegaskan, penolakan yang dilakukan MUI Jatim sama sekali tidak mempunyai maksud apa-apa dan tendesi apapun. Pihaknya hanya ingin membantu pemerintah untuk memuluskan pembangunan dibidang akhlak.

"Indonesia kan salah satu negara muslim. Apalagi acara puncaknya di Bogor yang merupakan salah satu kota santri dan ulama di Bogor sudah menolak. Kita susahnya bangun umat untuk jadi lebih baik kok malah obok-obok seenaknya. Tidak ada tendesi apa-apa, tolong semua pihak memahami," tegasnya.

Ia juga tidak setuju jika ajang final Miss World dikatakan sebagai ajang untuk menaikkan nilai pariwisata Indonesia. Menurutnya, pariwisata adalah menghidupkan kembali aset lokal seperti budaya lokal, pembangunan hotel yang terjangkau serta rasa aman bagi wisatawan asing maupun lokal," ujarnya.

Tak hanya itu, kata Abdussomad, jika ajang tersebut tetap dilanjutkan dan digelar, pihaknya khawatir terjadi konflik. "Sekarang kan Indonesia sedang membangun ekonomi, membangun akhlak dan negara ini bukan negara hedonisme. Tolong jangan sampai terjadi konflik jika tetap dilanjutkan. Mumpung masih jauh, ditolak saja," pungkasnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%