Sabtu, 27/04/2013 17:01 WIB

Ratusan Ponsel dan 1.000 Pil Koplo Dimusnahkan di Lapas Porong

Bruriy Susanto - detikNews
Foto: Bruriy Susanto
Sidoarjo - Sebanyak 270 ponsel milik napi di semua lapas maupun rutan di wilayah Jawa Timur dimusnahkan di Lapas Klas 1 Surabaya, Porong Sidoarjo. Selain itu, 1.000 butir pil koplo juga ikut dimusnahkan.

Pemusnahan ponsel dan pil koplo merupakan miliki para napi yang sebelumnya dilakukan operasi oleh Polsuspas (Petugas polisi khusus). Dengan banyaknya ponsel yang diamankan, Kakanwil Jawa Timur Indro Purwoko, tidak menampik kalau minimnya pengawasan dan peralatan.

"Kita akui, kalau masih banyak ponsel yang berhasil masuk ke dalam lapas," kata Kakanwil Jawa Timur Indro Purwoko kepada wartawan dalam jumpa pers, Sabtu (27/4/2013).

Indro menjelaskan, banyaknya ponsel atau pil koplo yang ditemukan di dalam lapas, merupakan masalah sistem dan peralatannya saja. Sebab, hingga kini banyak lapas di wilayah Jawa Timur menggunakan sistem manual.

"Yang menggunakan peralatan sistem modern hanya di Lapas Klas 1 Surabaya, Porong saja. Sedangkan lapas lainnya masih manual atau metal detector untuk melakukan pemeriksaan orang yang menjenguk napi," terangnya.

Namun meski banyak lapas menggunakan sistem manual, petugas Polsuspas tetap tegas dan teliti memeriksa orang yang datang dan masuk ke dalam lapas. Karena hal itu mengantisipasi dengan masuknya narkoba ataupun ponsel ke dalam lapas.

"Yang perlu diperhatikan adalah petugas yang menjaga di gerbang pintu masuk lapas. Agar melakukan pemeriksaan secara teliti, baik laki maupun perempuan," ucap Indro panggilan akrabnya.

Saat disinggung jika ada ponsel atau narkoba yang sampai masuk ke dalam lapas, sebagai Kakanwil Jawa Timur apa yang dilakukan? tidak ada tindakan tegas ataupun sanksi untuk petugas jaga.

"Kita hanya menambah petugas dan memperketat sistem keamanan untuk pengunjung yang masuk ke dalam lapas. Dan petugas juga harus jeli, jangan sampai itu terjadi (Ponsel dan narkoba) masuk ke dalam lapas. Tapi, selama ini yang banyak ditemukan adalah pengunjung membawa narkoba dan itu semuanya diserahkan ke pihak berwajib yang menanganinya (Polisi)," pungkas dia.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
79%
Kontra
21%