detikcom
Jumat, 26/04/2013 18:06 WIB

Frustasi Karena UN, Dua Siswa SMP ini Tenggak Pil Koplo

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Halaman 1 dari 2
Para Tersangka Dinasihati polisi
Surabaya - Frustasi usai menghadapi ujian nasional (UN), dua siswa SMP ini melampiaskannya dengan menenggak pil koplo. Bukannya lepas dari beban, dua ABG itu justru ditangkap polisi.

Mereka adalah DA (16) dan GR (16). Pesta pil koplo itu juga diiringi dengan pesta miras yang dilakukan di jalanan kampung Banyu Urip.

"Dua siswa tersebut berpesta miras dan pil koplo bersama 4 orang lainnya," kata AKBP Iwan Setyawan kepada wartawan, Jumat (26/4/2013).

Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya itu mengatakan, empat orang itu adalah AJ (17), AF (17), Susanto (33), dan Wahyu (22). AJ dan AF masih duduk di bangku SMA. Sementara Susanto dan Wahyu adalah pengangguran.

"Dari mereka kami amankan sejumlah botol miras dan 8 pil double L (koplo)," tambah Iwan.

Iwan mengatakan, sebenarnya saat itu pihaknya hanya melakukan razia rutin. Karena mengetahui ada mabuk-mabukan di jalan, keenam pelaku dibawa ke kantor polisi. Dalam pemeriksaan selanjutnya diketahui jika mereka juga mengkonsumsi pil koplo selain mabuk.

"Karena ditemukan pil koplo yang masuk jenis narkoba, maka mereka kami limpahkan ke satuan narkoba," tandas Iwan. Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%