Detik.com News
Detik.com

Jumat, 26/04/2013 16:21 WIB

Pendeta GBI Kota Malang Jadi Tersangka Dugaan Pemalsuan Dokumen

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Gonjang-ganjing kasus Sinode Gereja Bethany Indonesia (GBI) masih berbuntut panjang. Kali ini, salah seorang pendeta yang juga pengurus Gereja Bethany di Jalan Tenaga Baru IV/6 Kota Malang ditetapkan jadi tersangka pemalsuan dokumen.

"Tersangka yang juga pendeta ini diduga melakukan peralihan hak atas sertifikat hak milik. Ini atas laporan jemaat Gereja Bethany Malang," kata Kasubid Hardabangta Dit Reskrimum Polda Jatim AKBP Hadi Utomo, Jumat (26/4/2013).

Pdt Yusak Hadisiswantoro,SE menjadi tersangka kasus pemalsuan surat dan atau memberi keterangan palsu. Yusak dijerat Pasal 263 dan atau 266 KUHP dan akan segera dipanggil untuk pemeriksaan di Mapolda Jatim.

"Kami sudah melayangkan surat pemanggilan. Pada Rabu (1 Mei) mendatang merupakan jadwal pemeriksaan pertama," tambah dia.

Kasus ini mencuat karena aset Gereja Bethany Malang yang berupa tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 50 miliar itu di alihkan menjadi aset pribadi tanpa sepengatuan atau izin tertulis dari Majelis Pekerja Sinode (MPS). Hal ini melanggar sebagaimana diatur dalam AD/ART gereja Bethany Pasal 41 ayat 1 dan 2, yang menyebutkan pengalihan aset harus seizin dan melalui musyawarah Majelis Pekerja Sinode (MPS).

Di kesempatan lain, Biro Hukum Bethany, Moch Arifin membenarkan adanya pelaporan jemaat Bethany Malang. Mereka melaporkan Yusak Hadisiswantoro,SE ke Polda Jatim tertanggal 04 Maret 2013 dengan nomor LPB/217/III/UM/SPKT atas pelapor Alexander Yunus Irwantono.

"Dia (Yusak) diduga membuat surat dan keterangan palsu, untuk mengalihkan aset gereja menjadi aset pribadi,"tegasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%