detikcom
Jumat, 26/04/2013 15:56 WIB

KASAL Pimpin Apel Gelar Kesiapan Latgab TNI 2013

Rois Jajeli - detikNews
Foto Koptu Mar Budi Abdillah
Surabaya - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio memimpin apel gelar kesiapan pasukan TNI AL yang akan mengikuti latihan gabungan (Latgab) TNI Tahun 2013.

Apel pasukan TNI AL yang dikomandani Danpasmar-1 Brigjen TNI Mar Siswoyo Hari Santoso yang juga Danpasrat dalam Latgab TNI 2013 tersebut, digelar di Dermaga Komando Armada Timur (Koarmatim) Ujung Surabaya, Jumat (26/4/2013).

Dari rilis yang diterima detikcom dari Penerangan Pasmar-1, Kasal didampingi Pangarmatim, Dankomar, pejabat teras Mabes TNI AL dan Pangkotama TNI AL, memeriksa pasukan dan seluruh alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL, yang akan dikerahkan dalam latihan perang berskala besar.

Latgab TNI 2013 itu, akan dilaksanakan di Latposko di Mako Divisi I/Kostrad Cilidong mulai 9-19 April 2013 dan Latihan umum (Latum) atau latihan pendahuluan di Laut Jawa dan Situbondo Jawa Timur pada 2-5 Mei 2013. Sedangkan latihan lapangan rencananya akan digelar pada 6-29 Mei 2013 di Sangatta, Kalimantan Timur dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pada Latgab TNI ini, Korps Marinir mengerahkan sekitar 2.000 personel prajuritnya. Serta material tempur yang dimiliki Marinir seperti, BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), BTR-50 (Browne Transporter), LVT-7A1 (Landing Vehicle Track), Kapa K-61, BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), Roket Multi Laras RM-70/Grad, dan Meriam Howitzer 105 mm.

"Tujuan latgab ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI dalam melaksanakan operasi militer gabungan," ujar Kasal Laksamana TNI Marsetio.

Latgab tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan serta menguji kemampuan prajurit dari Satuan TNI dalam merencanakan, melaksanakan serta mengendalikan mekanisme operasi gabungan secara tepat guna.

Aspek yang diuji, selain strategis, operasional, teknis dan prosedur, Latgab TNI ini juga sebagai media untuk mengukur dan menguji latihan satuan dan interoperabilitas Komando Gabungan TNI.

"Dengan tujuan untuk mencegah, menangkal dan menghadapi setiap ancaman yang timbul di seluruh wilayah NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia)," jelasnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bdh/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%