detikcom
Kamis, 25/04/2013 07:22 WIB

Seorang Nelayan Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil 5 Bulan

Purwo S - detikNews
illustrasi
Pacitan - Lagi-lagi kasus asusila dengan korban di bawah umur terjadi di Pacitan. Ironisnya, pelaku adalah ayah tiri korban. Akibat perbuatan pelaku, siswi salah satu Madrasah Aliyah itu hamil 5 bulan.

Tindakan terlarang itu berawal dari kebiasaan BSW (50) minta tolong korban mencabuti uban. Anehnya, pelaku selalu mengambil posisi telentang.

Ternyata, cara tersebut sengaja dipilih pelaku agar leluasa memandangi bagian tubuh anak tirinya. Saat korban duduk jongkok, pelaku yang bermata pencaharian nelayan mengarahkan pandangan ke dalam rok.

Pemandangan syur itu membangkitkan birahi pelaku hingga berujung tindakan persetubuhan. Tak terasa, hal itu menjadi kebiasaan selama lebih dari 5 tahun.

"Perbuatan itu sudah dilakukan sejak korban masih berusia 12 tahun. Saat itu korban masih duduk di kelas 5 SD," terang AKP Sardjono, Kapolsekta Pacitan, Kamis (25/4/2013) pagi.

Serapat apapun pelaku menyimpan rahasia, tindakan bejat pelaku akhirnya terbongkar. Ini setelah korban menuliskan peristiwa yang dialaminya di atas selembar kertas. Terlebih, saat diminta bertanggungjawab pelaku selalu mengelak.

Pengakuan tertulis korban yang diketahui ibunya pun menjadi pintu pembuka terkuaknya kasus pelanggaran UU Perlindungan anak. Ibu korban sendiri yang melaporkan kasus ini ke mapolsek setempat.

Untuk membantu penyidikan, polisi juga menyita barang bukti lain. Yakni pakaian yang dikenakan korban saat persetubuhan terjadi.

"Pelaku dijerat UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun," papar Sardjono.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%