detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 25/04/2013 07:22 WIB

Seorang Nelayan Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil 5 Bulan

Purwo S - detikNews
illustrasi
Pacitan - Lagi-lagi kasus asusila dengan korban di bawah umur terjadi di Pacitan. Ironisnya, pelaku adalah ayah tiri korban. Akibat perbuatan pelaku, siswi salah satu Madrasah Aliyah itu hamil 5 bulan.

Tindakan terlarang itu berawal dari kebiasaan BSW (50) minta tolong korban mencabuti uban. Anehnya, pelaku selalu mengambil posisi telentang.

Ternyata, cara tersebut sengaja dipilih pelaku agar leluasa memandangi bagian tubuh anak tirinya. Saat korban duduk jongkok, pelaku yang bermata pencaharian nelayan mengarahkan pandangan ke dalam rok.

Pemandangan syur itu membangkitkan birahi pelaku hingga berujung tindakan persetubuhan. Tak terasa, hal itu menjadi kebiasaan selama lebih dari 5 tahun.

"Perbuatan itu sudah dilakukan sejak korban masih berusia 12 tahun. Saat itu korban masih duduk di kelas 5 SD," terang AKP Sardjono, Kapolsekta Pacitan, Kamis (25/4/2013) pagi.

Serapat apapun pelaku menyimpan rahasia, tindakan bejat pelaku akhirnya terbongkar. Ini setelah korban menuliskan peristiwa yang dialaminya di atas selembar kertas. Terlebih, saat diminta bertanggungjawab pelaku selalu mengelak.

Pengakuan tertulis korban yang diketahui ibunya pun menjadi pintu pembuka terkuaknya kasus pelanggaran UU Perlindungan anak. Ibu korban sendiri yang melaporkan kasus ini ke mapolsek setempat.

Untuk membantu penyidikan, polisi juga menyita barang bukti lain. Yakni pakaian yang dikenakan korban saat persetubuhan terjadi.

"Pelaku dijerat UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun," papar Sardjono.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%