Selasa, 23/04/2013 14:53 WIB

Hakim Belum Siap, Vonis Pembunuh Mahasiswa IAIN Ditunda

Norma Anggara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Putusan vonis atas tiga terdakwa pembunuh mahasiswa IAIN Sunan Ampel Muhammad Baihaqi Fadly kembali ditunda. Keluarga korban marah. Mereka pun meneriaki ketiga terdakwa Margasani Pratama, Riska Artika Ningrum dan Ainur Rofik dengan kata 'anjing'.

Sidang hanya berlangsung singkat, tak lebih dari 5 menit di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/4/2013). Tiga terdakwa yang selalu menjadi sasaran amuk para pengunjung sidang, yang juga keluarga korban, kali ini juga harus rela dijambak, didorong dan dipukul massa.

Setelah dilerai oleh polisi, massa agak mengurangi sikap emosinya. Namun, para pengujung ini kembali harus kecewa lantaran hakim mengatakan belum menyiapkan vonis yang akan dijatuhkan kepada Margasani Pratama, Riska Artika Ningrum dan Ainur Rofik.

Puluhan polisi yang berjaga di luar dan di dalam ruang sidang langsung sigap. Aparat inipun langsung menyiapkan mobil tahanan dari balik pintu belakang kursi Majelis Hakim. Upaya ini untuk menyelamatkan tiga terdakwa dari amuk massa.

Benar saja, selang beberapa langkah tiga terdakwa berdiri dari kursi pesakitan, para penonton langsung riuh. Tangan-tangan para keluarga Muhammad Baihaqi Fadly terlihat terus ingin melampiaskan kekesalan kepada tiga tersangka.

"Asu koen (Anjing kamu, red)," teriak massa yang memenuhi koridor PN Surabaya.

Tak tanggung-tanggung, massa juga berusaha mendobrak pintu mobil tahanan yang membawa tiga terdakwa. Sebagian massa membawa berbagai poster bertuliskan ungkapan hinaan terhadap terdakwa.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrm/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%