Selasa, 23/04/2013 14:26 WIB

Penyanyi Pub Ditangkap Konsumsi Sabu-sabu

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Halaman 1 dari 3
Surabaya - Seorang penyanyi pub Jakarta tertangkap mengonsumsi sabu-sabu di apartemennya di kawasan Surabaya Timur. Dari kamar Yessy (24), petugas menyita 1 gram sabu-sabu.

"Tersangka mengaku mengenal sabu-sabu dari pergaulan dan pengaruh teman-temannya," kata AKP Gatot Hariyanto kepada wartawan, Selasa (23/4/2013).

Kanit Idik III Satnarkoba Polrestabes Surabaya itu mengatakan, meski bekerja sebagai penyanyi pub di Jakarta, Yessy sejatinya adalah orang Surabaya. Di Jakarta, Yessy sebenarnya berkuliah, dan menyanyi adalah side job nya. Kebetulan Yessy sedang cuti kuliah sehingga ia pulang ke Surabaya.

"Tersangka mengaku mengenal sabu-sabu sejak 6 bulan lalu," tambah Gatot.

Yessy, kata Gatot, mengatakan jika sabu-sabu yang dikonsumsinya biasanya diperolehnya dari Gladis, seorang model di Bandung. Di Surabaya, Yessy yang ketagihan sabu-sabu berusaha mencarinya.

Yessy kemudian dipertemukan dengan Nurfiah, seorang pengedar serbuk kristal tersebut. Mereka bertemu di Jalan Rajawali dan Yessy memesan 1 gram sabu-sabu seharga Rp 1,7 juta.

"Sabu-sabu itu tak langsung diserahkan di Jalan Rajawali tapi harus diambil di sebuah restoran cepat saji di Basuki Rahmat," tandas Gatot. Next

Halaman 1 2 3

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%