Detik.com News
Detik.com
Senin, 22/04/2013 21:45 WIB

Dualisme Pengurus Cabang PKPI Surabaya Warnai Pendaftaran Akhir DCS

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Dualisme kepengurusan PKPI mewarnai pendaftaran hari terakhir daftar caleg sementara (DCS) di KPUD Kota Surabaya. Dua pengurus sama-sama mengajukan calon legislatif dan semua diterima oleh KPUD.

Hal ini diakui Ketua DPC PKPI yang diketuai, Theresia Monica, tidak mempermasalahkan adanya pengurus PKPI lain yang ikut mendaftarkan DCS.

"Ya tidak masalah, kan sesuai arahan pak ketua KPU semuanya diterima untuk siapa yang sah akan diserahkan ke pusat," katanya saat dikonfirmasi di sela-sela pendaftaran caleg di KPUD Kota Surabaya, Senin (22/4/2013).

Theresia mengklaim kepengurusannya yang sah karena mendapatkan surat undangan sosialisasi dari KPU. Bahkan struktur kepengurusannya yang tercatat di kantor DPP.

Akan tetapi, Theresia tidak mengelak jika penunjukan dirinya sebagai Ketua DPC PKPI Surabaya dilakukan secara langsung oleh DPP PKPI tanpa melalui musyawarah cabang. "Saya ditunjuk langsung dan SK nya ada. Itu dilakukan karena waktunya mepet dan agar bisa segera menjalankan roda partai sehingga bisa mendaftarkan wakil kita," ujarnya.

Dia mengaku, dari kepengurusannya hanya mendaftarkan 16 caleg untuk diverifikasi data oleh KPUD Kota Surabaya. "Kalau saya hanya 16 caleg. Sedangkan dari Ketua PKPI Pak Setyo Widodo 32 orang jadi hampir memenuhi kuota," ujarnya.

Sementara Ketua KPUD Kota Surabaya, Eko Sasmito, akan tetap menerima data dari kedua pengurus PKPI dan akan melakukan verifikasi data yang kemudian diserahkan ke tingkat Provinsi dan pusat untuk menentukan pengurus mana yang sah.

"Kita disini kan hanya menerima dan memverifikasi data yang masuk. Untuk mana yang sah, kita serahkan ke pusat. Apalagi mereka disini saling melengkapi, yang satu hanya menyerahkan 16 dan pengurus lainnya menyetorkan 32 orang.

Hingga pukul 16.00 Wib batas waktu yang ditentukan, seluruh parpol sudah mendaftarkan calegnya ke KPUD Kota Surabaya. Dari pantauan detiksurabaya.com pukul 17.00 Wib, petugas KPUD Kota Surabaya masih melakukan verifikasi data terhadap PAN dan dua PKPI. Sedangkan diluar ruangan verifikasi masih menunggu pengurus dari PBB.

"Sudah resmi kita tutup dan sekarang tinggal melakukan pencocokan data," pungkas Eko.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/ze)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%