Detik.com News
Detik.com
Minggu, 21/04/2013 15:02 WIB

Wisnu Wardhana Mundur dari Hanura Demi Melawan Gubernur Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 3
Wisnu Wardhana Mundur dari Hanura Demi Melawan Gubernur Jatim
Surabaya - Wisnu Wardhana menyatakan mundur dari Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya. Selain melawan SK Gubernur Jatim yang memberhentikan dari Ketua DPRD Surabaya, keputusan mundur itu diambil karena lebih mementingkan amanah rakyat yang memilihnya dan mengantarkan duduk sebagai dewan.

"Sejak kemarin saya sudah memutuskan mundur dari Hanura (Ketua DPC Hanura Kota Surabaya)," ujar Wisnu Wardhana saat dihubungi detikcom, Minggu (21/4/2013).

Ia menerangkan, keputusannya mundur dari Hanura sudah disampaikan baik-baik ke Ketua DPD Hanura Jawa Timur Kuswanto dan pengurus lainnya. WW lebih memilih konsentrasi sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya daripada Ketua DPC Hanura Kota Surabaya.

"Saya fokus dulu selama 5 tahun untuk menjalankan amanat rakyat yang memilih saya. Saya tidak ingin rakyat kecewa," terangnya.

Dengan keputusannya itu, maka WW tidak akan menjadi calon legislatif untuk duduk kembali sebagai wakil rakyat periode 2014-2019.

"Ya nggak apa-apa. Saya tetap ingin konsentrasi di DPRD. Saya ingin menjalankan amanah selama 5 tahun ini dengan khusnul khotimah," ujarnya.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini lebih memilih sebagai wakil rakyat dan menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya. Walaupun Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah memutuskan dirinya sudah tidak berhak lagi duduk sebagai Ketua DPRD Surabaya.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%