detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 05:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 21/04/2013 15:02 WIB

Wisnu Wardhana Mundur dari Hanura Demi Melawan Gubernur Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 3
Surabaya - Wisnu Wardhana menyatakan mundur dari Ketua DPC Partai Hanura Kota Surabaya. Selain melawan SK Gubernur Jatim yang memberhentikan dari Ketua DPRD Surabaya, keputusan mundur itu diambil karena lebih mementingkan amanah rakyat yang memilihnya dan mengantarkan duduk sebagai dewan.

"Sejak kemarin saya sudah memutuskan mundur dari Hanura (Ketua DPC Hanura Kota Surabaya)," ujar Wisnu Wardhana saat dihubungi detikcom, Minggu (21/4/2013).

Ia menerangkan, keputusannya mundur dari Hanura sudah disampaikan baik-baik ke Ketua DPD Hanura Jawa Timur Kuswanto dan pengurus lainnya. WW lebih memilih konsentrasi sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya daripada Ketua DPC Hanura Kota Surabaya.

"Saya fokus dulu selama 5 tahun untuk menjalankan amanat rakyat yang memilih saya. Saya tidak ingin rakyat kecewa," terangnya.

Dengan keputusannya itu, maka WW tidak akan menjadi calon legislatif untuk duduk kembali sebagai wakil rakyat periode 2014-2019.

"Ya nggak apa-apa. Saya tetap ingin konsentrasi di DPRD. Saya ingin menjalankan amanah selama 5 tahun ini dengan khusnul khotimah," ujarnya.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini lebih memilih sebagai wakil rakyat dan menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya. Walaupun Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah memutuskan dirinya sudah tidak berhak lagi duduk sebagai Ketua DPRD Surabaya.Next

Halaman 1 2 3

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(roi/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%