detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 22:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 20/04/2013 11:53 WIB

Semangat Gotong Royong Terasa di Kampung Pecinan Tambak Bayan

Rois Jajeli - detikNews
Salah satu sudut kampung Tambak Bayan/ Reynita Carlina
Surabaya - Kehidupan di salah satu perkampungan pecinan legendaris di Surabaya, Tambak Bayan, aroma kekeluargaannya sangat terasa. Mereka sehari-hari guyub dan bergotong-royong.

Meski hidup sederhana dan tinggal di rumah petak ukuran sekitar 4x3 meter, 4 x 5 meter, mereka mempunyai kepedulian yang tinggi. Bahkan ketika ada pangayuh becak meninggal, warga rela iuran untuk meringankan beban keluarga korban.

"Wah di sini ini berbeda dengan yang tinggal di perumahan. Semuanya di sini guyub, rukun dan suka gotong-royong," ujar Ayen kepada detikcom, Sabtu (20/4/2013).

Pria yang sehari-hari berjualan mie pangsit di Pasar Kepatihan ini menceritakan, ada pengayuh becak yang biasa mangkal di Tambak Bayan. Warga pun turut membantu biayanya hingga pemakamannya.

"Kita samap-sama orang Indonesia harus saling membantu," kata Ayen.

Bila senggang, entah malam atau pun siang, mereka menyempatkan untuk cangkrukan. Bahkan di pojok depan komplek perkampungnnya dibuatkan tempat khusus cangrukan.

"Banyak yang diobrolin. Mulai masalah ibukota hingga prilaku elit dan harga lombok," celetuk warga yang lain saat menemui detikcom.

Gunadi, seorang warga yang lain menambahkan, ketika perayaan Tahun Baru Imlek, perkampungan pecinan di Tambak Bayan ini cukup ramai. Sanak keluarganya yang tinggal di luar Tambak Bayan, datang untuk berkumpul bersama sanak saudaranya.
Bahkan pagelaran kesenian Barongsai dipertunjukkan keliling kampung. "Wah kalau Imlek, di sini ramai sekali. Ya sama seperti lebaran," tuturnya.




Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(roi/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close