detikcom
Rabu, 17/04/2013 18:13 WIB

Kasus Pendeta Leonard Limato Vs Gereja Bethany Belum Ada Titik Temu

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 3
Surabaya - Kisruh kasus somasi Gereja Bethany Surabaya terus berlanjut. Pihak Gereja menduga ada maksud tertentu dari Pendeta Leonard Limato yang telah menyomasi Pendeta Abraham Alex Tanuseputra dengan klaim telah secara sepihak mengubah akte pendirian gereja.

Gereja Bethany melalui humasnya Pendeta Reno Halsamer masih membuka pintu damai dengan catatan ada pertanggungjawaban.

"Apa yang dilontarkan harus diuji. Kami tidak pernah khawatir. Bahkan termasuk Rp 4,7 Triliun itu tidak pernah berdasar. Kalau memang ada harus dibuktikkan. Mana buktinya," kata Reno saat berbincang-bincang dengan detik.com, Rabu (17/4/2013).

Meski meminta agar ucapan yang sudah terlontar keluar untuk dibuktikan. Namun, kata Reno, pihaknya masih membuka pintu damai dengan catatan ada pertanggungjawaban.

Sampai hari ini, kata Reno, ada upaya beberapa pihak untuk mendamaikan. Tapi Reno mengatakan jika proses perdamaian itu tidak akan dilakukan dengan buru-buru.

"Kita tidak buru-buru. Kenapa, dengan buru-buru ada perdamaian di bawah, maka publik akan meyakini kalau itu semua ada dan benar, padahal tidak," jelasnya.

Sebagai umat Tuhan, lanjut Reno, pihaknya tetap membuka pintu damai. Menurutnya, saat ini sudah terlanjur terbentuk opini publik. Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(ze/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%