detikcom
Selasa, 16/04/2013 16:10 WIB

Polantas Jawa Timur Punya Lagu Sendiri, Wajib Dijadikan RBT

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Lagu berjudul 'Senyum Polantas' bakal menjadi Ring Back Tone (RBT) wajib di jajaran Polantas di Jatim. Satlantas Polrestabes Surabaya lah yang berinisiatif menciptakan lagu dengan tema tertib berlalu lintas tersebut.

"Lagu ini sebenarnya sudah dilaunching Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko pada Rakernis Dit Lantas Polda Jatim," kata AKBP Sabilul Alif kepada wartawan, Selasa (16/4/2013).

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya itu mengatakan, setelah mempresentasikan program budaya tertib lalu lintas itu, Hadiatmoko memerintahkan agar lagu tersebut dijadikan RBT bagi seluruh jajaran Dit Lantas Jatim.

"Tujuannya agar anggota termotivasi dalam pelayanan kepada masyarakat," tambah Sabilul.

Perwira dengan 2 melati di pundak itu menjelaskan, lagu Senyum Polantas ini merupakan komitmen untuk menyadarkan masyarakat agar menjadikan tertib lalu lintas sebagai budaya. Kesadaran itu harus dibangun dengan senyuman sebagai edukasi.

"Lagu ini mengajak setiap anggota untuk selalu humanis dalam bertugas. Persuasif dikedepankan tanpa mengabaikan penegakan hukum," lanjut Sabilul.

Mantan Kepala SPKT Polda Jatim itu menerangkan, jika kesadaran berlalu lintas sudah terbangun, maka yang akan menikmati adalah masyarakat sendiri dengan kenyamanan dan keselamatan lalu lintas. Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%