detikcom
Minggu, 14/04/2013 16:03 WIB

Ratusan Orang Beratribut FPI Ngamuk di Pandaan

Muhajir Arifin - detikNews
minuman keras yang dihancurkan FPI/Muhajir A
Pasuruan - Tak kurang dari seratus orang memakai atribut Front Pembela Islam (FPI) mendatangi sejumlah toko waralaba di Pandaan, Pasuruan. Mereka masuk ke dalam toko dan memecahi ratusan botol minuman keras (miras).

"Seratus lebih. Pakai baju dan bendera FPI," kata salah seorang karyawan di Indomaret Petungasri, Pandaan di lokasi, Minggu (14/4/2013).

Menurut dia, aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 13.30 Wib. Puluhan orang berbaju serba putih bertuliskan FPI memaksa masuk ke dalam toko. Dengan mengucapkan kata-kata kasar, mereka masuk ke gudang penyimpanan miras.

"Juga bawa bendera FPI," jelasnya.

Aksi yang dilakukan kelompok ini juga dilakukan di sejumlah toko waralaba lainnya. Diantaranya Alfamart Kebonwaris dan Indomaret Pandaan. Belum diketahui berapa toko waralaba yang didatangi.

"Mereka ngomong kasar. Langsung ngambil di gudang dan dipecah di halaman," ujar Wulan, karyawan Indomaret Pandaan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Saat ini sejumlah polisi tampak berjaga-jaga di sejumlah toko waralaba di Pandaan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%