detikcom
Rabu, 10/04/2013 11:08 WIB

Sidang Pembunuhan Habib Alwi Tokoh Agama di Sampang Diwarnai Demo

Suparno - detikNews
Sidoarjo - Sidang pembunuhan Habib Alwi memasuki babak baru. Setelah dilakukan 3 kali sidang, kali ini sidang beragenda pembelaan (eksepsi). Namun sidang hanya berjalan 30 menit karena penasehat hukum terdakwa mengaku belum siap.

Sidang tersebut diwarnai demo yang selalu dilakukan setiap sidang kasus Habib Alwi digelar. Sekitar 100 orang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) meminta agar sidang tidak direkayasa.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, meski sidang telah usai namun massa tidak mau bubar. Massa meminta agar ditemui pihak kejaksaan dan pengadilan agar sidang tetap dilanjutkan

"Kami datang ke sini untuk memberi dukungan moril. Kami tak ingin sidang direkayasa," kata Sasmito dalam orasinya di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu (10/4/2013).

Sasmito sendiri merasa curiga dengan pemindahan sidang. Padahal jika dilakukan di Sampang, maka akan ada banyak saksi atas kasus tersebut. "Saya sangat curiga dengan pemindahan sidang ini," ujar Sasmito.

Massa sendiri bubar setelah penasihat hukum korban, Andri Hermawan, menemui pendemo. Kepada pendemo, Andri mengatakan jika sidang tidak ditunda tetapi dilanjutkan minggu depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Habib Alwi (55), seorang tokoh agama di Sampang dibunuh oleh Mustaki. Mustaki ditangkap di Lumajang, Minggu (11/11/2012) lalu oleh tim Resmob Polda Jatim. Terdakwa nekat membunuh korban karena masalah 'perempuan'.

Terdakwa membunuh dengan menyabetkan clurit ke bagian dada dan perut korban.
Kepada polisi terdakwa mengaku nekat membunuh korban karena korban telah berselingkuh dengan istri dari keponakannya. Dia melakukan ini dengan sadar dan dia tidak terima istri keponakannya selingkuh dengan korban.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(iwd/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%