detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 04:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 10/04/2013 11:08 WIB

Sidang Pembunuhan Habib Alwi Tokoh Agama di Sampang Diwarnai Demo

Suparno - detikNews
Sidoarjo - Sidang pembunuhan Habib Alwi memasuki babak baru. Setelah dilakukan 3 kali sidang, kali ini sidang beragenda pembelaan (eksepsi). Namun sidang hanya berjalan 30 menit karena penasehat hukum terdakwa mengaku belum siap.

Sidang tersebut diwarnai demo yang selalu dilakukan setiap sidang kasus Habib Alwi digelar. Sekitar 100 orang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) meminta agar sidang tidak direkayasa.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, meski sidang telah usai namun massa tidak mau bubar. Massa meminta agar ditemui pihak kejaksaan dan pengadilan agar sidang tetap dilanjutkan

"Kami datang ke sini untuk memberi dukungan moril. Kami tak ingin sidang direkayasa," kata Sasmito dalam orasinya di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu (10/4/2013).

Sasmito sendiri merasa curiga dengan pemindahan sidang. Padahal jika dilakukan di Sampang, maka akan ada banyak saksi atas kasus tersebut. "Saya sangat curiga dengan pemindahan sidang ini," ujar Sasmito.

Massa sendiri bubar setelah penasihat hukum korban, Andri Hermawan, menemui pendemo. Kepada pendemo, Andri mengatakan jika sidang tidak ditunda tetapi dilanjutkan minggu depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Habib Alwi (55), seorang tokoh agama di Sampang dibunuh oleh Mustaki. Mustaki ditangkap di Lumajang, Minggu (11/11/2012) lalu oleh tim Resmob Polda Jatim. Terdakwa nekat membunuh korban karena masalah 'perempuan'.

Terdakwa membunuh dengan menyabetkan clurit ke bagian dada dan perut korban.
Kepada polisi terdakwa mengaku nekat membunuh korban karena korban telah berselingkuh dengan istri dari keponakannya. Dia melakukan ini dengan sadar dan dia tidak terima istri keponakannya selingkuh dengan korban.



Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(iwd/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close