Selasa, 09/04/2013 18:02 WIB

Ingin Berantas Judi & Praktik Pengaturan Skor, PSSI Gandeng Interpol

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - PSSI menegaskan komitmennya untuk memberantas segala praktik judi dan mafia di sepakbola Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum Djohar Arifin dalam rapat komite eksekutif di Hotel Shangri-La Surabaya.

"Perlu diingat, seluruh pengurus PSSI yang sekarang (pasca kongres 17 Maret), semuanya sepakat untuk memberantas judi di sepakbola Indonesia, termasuk pengaturan skor dan sebagainya, kita sama dengan FIFA," tegas Djohar, Selasa (9/4/2013).

Ia pun mengaku sudah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk memuluskan pemberantasan judi dalam sepakbola Indonesia, termasuk dengan menggandeng interpol untuk membantu.

"Kita kerjasama dengan interpol yang baru ada pertemuan dengan kami, LSM untuk memberantas segala bentuk judi persepakbolaan kita," imbuhnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Indonesia dan pecinta sepakbola agar mau melaporkan dan memberikan informasi jika ditemukan ada praktek perjudian maupun pengaturan skor dalam kompetisi.

"Kita tidak mau prestasi anak-anak kita diganggu oleh orang tidak bertanggung jawab. Kami tidak main-main, kami mau serius, serta masyarakat mau membantu membongkar. Kita tahu ada macam-macam dan kita tidak akan toleransi," tandas Djohar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/krs)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%