detikcom
Rabu, 03/04/2013 13:27 WIB

Siswi Hamil UN, Mendikbud: Tidak Perlu Dipisahkan Ruangannya

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Siswi hamil diperbolehkan mengikuti ujian nasional (UN) 2013. Siswi tersebut tidak diperlakuan berbeda dan bisa mengerjakan UN se-ruangan dengan teman-temannya.

Statmen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, ini berbeda dengan statmen Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang meminta siswi hamil mengerjakan ujian di ruang khusus atau disendirikan di ruang kelas agar tidak mengganggu peserta ujian lainnya.

"Ah nggak. Kalau hamil satu, terus diteke endi (Ditempatkan di ruang apa). Piro se nang Suroboyo seng hamil (Berapa siswi di Surabaya yang hamil)," ujar M Nuh usai acara seminar dengan tema 'Penguatan kampanye "Aku bangga aku tahu", pada Rapat kerja kesehatan nasional (rakerkesnas) 2013 di The Empire Palace Surabaya, Rabu (3/4/2013).

Mantan Rektor ITS Surabaya ini juga menilai, meskipun siswi itu hamil dan mengerjakan UN satu ruangan, hal itu tidak akan mempengaruhi siswa-siswi lainnya dengan kondisi tubuh siswi yang 'berbadan dua'.

"Tetap saja jadi satu kan tidak apa-apa. Tidak sampai menganggu," tuturnya.

M Nuh mengatakan, menangani siswi hamil harus berhati-hati. Apalagi kasus hamilnya itu, suaminya jelas, istrinya jelas. Katanya, setiap anak mempunyai hak prinsip dasar untuk mendapatkan hak pendidikan. Sedangkan displin sekolah juga harus ditegakkan.

"Dan bagaimana kalau suami istri sesama sekolah, sesama siswa, masak yang dikeluarkan akibat dari kehamilan, yang menghamili tidak. Se enake seng lanang (Kok enak bagi yang laki-laki). Oleh karena itu, harus dipilah-pilah menegakkan prinsip kedisiplinan," ujarnya.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%