detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 03:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 03/04/2013 13:27 WIB

Siswi Hamil UN, Mendikbud: Tidak Perlu Dipisahkan Ruangannya

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Siswi hamil diperbolehkan mengikuti ujian nasional (UN) 2013. Siswi tersebut tidak diperlakuan berbeda dan bisa mengerjakan UN se-ruangan dengan teman-temannya.

Statmen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, ini berbeda dengan statmen Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang meminta siswi hamil mengerjakan ujian di ruang khusus atau disendirikan di ruang kelas agar tidak mengganggu peserta ujian lainnya.

"Ah nggak. Kalau hamil satu, terus diteke endi (Ditempatkan di ruang apa). Piro se nang Suroboyo seng hamil (Berapa siswi di Surabaya yang hamil)," ujar M Nuh usai acara seminar dengan tema 'Penguatan kampanye "Aku bangga aku tahu", pada Rapat kerja kesehatan nasional (rakerkesnas) 2013 di The Empire Palace Surabaya, Rabu (3/4/2013).

Mantan Rektor ITS Surabaya ini juga menilai, meskipun siswi itu hamil dan mengerjakan UN satu ruangan, hal itu tidak akan mempengaruhi siswa-siswi lainnya dengan kondisi tubuh siswi yang 'berbadan dua'.

"Tetap saja jadi satu kan tidak apa-apa. Tidak sampai menganggu," tuturnya.

M Nuh mengatakan, menangani siswi hamil harus berhati-hati. Apalagi kasus hamilnya itu, suaminya jelas, istrinya jelas. Katanya, setiap anak mempunyai hak prinsip dasar untuk mendapatkan hak pendidikan. Sedangkan displin sekolah juga harus ditegakkan.

"Dan bagaimana kalau suami istri sesama sekolah, sesama siswa, masak yang dikeluarkan akibat dari kehamilan, yang menghamili tidak. Se enake seng lanang (Kok enak bagi yang laki-laki). Oleh karena itu, harus dipilah-pilah menegakkan prinsip kedisiplinan," ujarnya.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(roi/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close