Selasa, 02/04/2013 06:34 WIB

Menkes Buka Rakerkesnas Regional Tengah di Surabaya

Rois Jajeli - detikNews
Menkes Nafsiah Mboi/detikhealth
Surabaya - Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi SpA MPH membuka Rapat kerja kesehatan nasional (Rakerkesnas) 2013 regional tengah, di The Empire Palace Surabaya.

Rakerkesnas ini diikuti 10 provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali hingga NTT dan NTB, yang diikuti perwakilan dinas kesehatan kabupaten dan kota di 10 provinsi tersebut.

"Melalui kegiatan rakerkesnas, diharapkan provinsi sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah, mampu berperan aktif dan efektif sebagai koordinator penyelenggara pembangunan kesehatan di daerah masing-masing," katanya saat memberikan sambutan di acara rakerkesnas 2013 regional tengah, Senin (1/4/2013) malam.

Ada beberapa isu penting yang mengemuka pada 2013 yang akan dibahas di rakerkesnas ini diantaranya, upaya akselerasi pencapaian target Milineum development goals (MDGs) 2015. Persiapan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN) dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan kesehatan melalui Sistem kesehatan nasional (SKN).

Dalam pemaparannya, Menkes menjelaskan 5 hal antara lain, Capaian pembangunan kesehatan; permasalahan dan langklah strategis dalam upaya percepatan pencapaian target MDGs; Permasalahan dan langkah strategis dalam persiapan JKN 2014; Reformasi birokrasi; serta peran daerah dalam pembangunan kesehatan.

"Berdasarkan hasil Mid term Review RPJMN yang dilaksanakan pada 2012, dari 51 indikator pembangunan kesehatan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan, ada 9 indikator yang memerlukan perhatian lebih serius," tuturnya.

9 Indikator itu yakni, 4 indikator status warna kuning yaitu, Peningkatan umur harapan; Peningkatan cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terlatih; Peningkatan persentase penduduk 15 tahun ke atas yang memiliki pengetahuan HIV/AIDS; serta Peningkatan persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan.

Sedangkan 5 indikator lainnya yakni, Penurunan angka kematian ibu; Penurunan angka kematian bayi; Penurunan total fertility rate; Peningkatan persentase penduduk dengan akses air minum yang berkualitas; serta Penurunan Annual Parasite Index untuk penyakit malaria.

"Diharapkan upaya-upaya kesehatan dapat dilaksanakan secara optimal di daerah, terutama untuk percepatan pencapaian target MDGs," jelasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%