detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 25/03/2013 18:20 WIB

Kecelakaan Beruntun di Pantura Situbondo, 7 Penumpang Luka Berat

Ghazali Dasuqi - detikNews
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Tabrakan beruntun melibatkan 4 kendaraan roda empat terjadi di jalan raya pantura Situbondo, Senin (25/3/2013) sore. Kecelakaan dipicu pickup Grand Max P-9150-BZ bersenggolan dengan Bus Akas N-7358-US di jalan raya Desa Lamongan Kecamatan Arjasa.

Saking kencangnya, pickup yang dikemudikan Iskandar (33) terguling hingga menghantam 2 mobil Suzuki Esteem dan Daihatsu Kuda di belakang bus. Akibatnya, 4 penumpang Suzuki Esteem N-1764-NS dan 3 penumpang Grand Max luka berat.

Bahkan sopir Suzuki Esteem, Budi, warga Kabat, Banyuwangi, kondisinya kritis dan sempat terjepit di bangku kemudi. Saat berhasil dievakuasi, pria 50 tahun itu langsung dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.

Sementara istrinya, Mutasima (48) yang duduk di samping dengan 2 anaknya, Rido (11) dan Jova Nawar (8), duduk di jok belakang juga dibawa ke Puskesmas Arjasa. Ketiganya menderita sejumlah luka serius di tubuhnya.

Kondisi 3 orang dalam pickup juga tak kalah seriusnya. Pengemudi, Iskandar, warga Desa/Kecamatan Arjasa, menderita patah kaki. Dua penumpangnya, Asbullah (34) dan Didik (30), juga menderita luka serius terjepit kabin. Kedua penumpang asal Kecamatan Prajekan, Bondowoso, itu kini dirawat intensif di UGD Puskesmas Arjasa.

"Alhamdulillah, kami berdua selamat karena hanya sedikit terkena benturan pikap Grand Max. Setelah tersenggol bus, pikap itu terguling dan membentur keras ke mobil sedan itu. Sedangkan posisi mobil kami di belakang sedan. Jadi kondisinya tidak terlalu parah, hanya rusak bagian samping," tukas Absor, pengemudi Daihatsu Kuda P-1997-VD di lokasi kejadian.

Keterangan yang dihimpun detikSurabaya.com, diduga haluan pickupwarna hitam itu terlalu ke kanan hingga bagian belakangnya menyenggol samping kanan bus.

Kerasnya senggolan itu itu membuat mobil pikap terpelanting dan terguling, hingga mengenai dua mobil Suzuki Esteem dan Daihatsu Kuda yang berjalan beriringan di belakang bus. Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan juga membuat mobil Suzuki Esteem hancur. Bagian depan mobil Grand Max juga remuk cukup parah. Sedangkan bus Akas dan Daihatsu Kuda hanya mengalami kerusakan di bagian samping dan semua penumpangnya selamat.

Kecelakaan itu juga sempat membuat arus lalu lintas di jalur setempat terganggu. Untuk menghindari kemacetan, polisi membuat arus lalu lintas dengan sistem buka tutup. Para pengguna jalan juga banyak yang memperlambat kendaraannya untuk menonton juga dihardik agar tak memicu kemacetan. Arus kembali lancar setelah polisi menarik kedua mobil yang ringsek dengan mobil derek.

"Dugaan sementara kecelakaan karena Grand Max melaju kencang dan haluannya terlalu ke kanan hingga menyenggol bus. Hasil sementara olah TKP, laju bus sudah berada pada jalurnya. Tapi untuk kepastiannya tetap masih kami selidiki. Kami masih akan memintai keterangan saksi-saksi," tegas Kanitlaka Satlantas Polres Situbondo, Iptu Bakhtiar di lokasi kejadian.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close