detikcom
Senin, 25/03/2013 18:20 WIB

Kecelakaan Beruntun di Pantura Situbondo, 7 Penumpang Luka Berat

Ghazali Dasuqi - detikNews
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Tabrakan beruntun melibatkan 4 kendaraan roda empat terjadi di jalan raya pantura Situbondo, Senin (25/3/2013) sore. Kecelakaan dipicu pickup Grand Max P-9150-BZ bersenggolan dengan Bus Akas N-7358-US di jalan raya Desa Lamongan Kecamatan Arjasa.

Saking kencangnya, pickup yang dikemudikan Iskandar (33) terguling hingga menghantam 2 mobil Suzuki Esteem dan Daihatsu Kuda di belakang bus. Akibatnya, 4 penumpang Suzuki Esteem N-1764-NS dan 3 penumpang Grand Max luka berat.

Bahkan sopir Suzuki Esteem, Budi, warga Kabat, Banyuwangi, kondisinya kritis dan sempat terjepit di bangku kemudi. Saat berhasil dievakuasi, pria 50 tahun itu langsung dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.

Sementara istrinya, Mutasima (48) yang duduk di samping dengan 2 anaknya, Rido (11) dan Jova Nawar (8), duduk di jok belakang juga dibawa ke Puskesmas Arjasa. Ketiganya menderita sejumlah luka serius di tubuhnya.

Kondisi 3 orang dalam pickup juga tak kalah seriusnya. Pengemudi, Iskandar, warga Desa/Kecamatan Arjasa, menderita patah kaki. Dua penumpangnya, Asbullah (34) dan Didik (30), juga menderita luka serius terjepit kabin. Kedua penumpang asal Kecamatan Prajekan, Bondowoso, itu kini dirawat intensif di UGD Puskesmas Arjasa.

"Alhamdulillah, kami berdua selamat karena hanya sedikit terkena benturan pikap Grand Max. Setelah tersenggol bus, pikap itu terguling dan membentur keras ke mobil sedan itu. Sedangkan posisi mobil kami di belakang sedan. Jadi kondisinya tidak terlalu parah, hanya rusak bagian samping," tukas Absor, pengemudi Daihatsu Kuda P-1997-VD di lokasi kejadian.

Keterangan yang dihimpun detikSurabaya.com, diduga haluan pickupwarna hitam itu terlalu ke kanan hingga bagian belakangnya menyenggol samping kanan bus.

Kerasnya senggolan itu itu membuat mobil pikap terpelanting dan terguling, hingga mengenai dua mobil Suzuki Esteem dan Daihatsu Kuda yang berjalan beriringan di belakang bus. Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan juga membuat mobil Suzuki Esteem hancur. Bagian depan mobil Grand Max juga remuk cukup parah. Sedangkan bus Akas dan Daihatsu Kuda hanya mengalami kerusakan di bagian samping dan semua penumpangnya selamat.

Kecelakaan itu juga sempat membuat arus lalu lintas di jalur setempat terganggu. Untuk menghindari kemacetan, polisi membuat arus lalu lintas dengan sistem buka tutup. Para pengguna jalan juga banyak yang memperlambat kendaraannya untuk menonton juga dihardik agar tak memicu kemacetan. Arus kembali lancar setelah polisi menarik kedua mobil yang ringsek dengan mobil derek.

"Dugaan sementara kecelakaan karena Grand Max melaju kencang dan haluannya terlalu ke kanan hingga menyenggol bus. Hasil sementara olah TKP, laju bus sudah berada pada jalurnya. Tapi untuk kepastiannya tetap masih kami selidiki. Kami masih akan memintai keterangan saksi-saksi," tegas Kanitlaka Satlantas Polres Situbondo, Iptu Bakhtiar di lokasi kejadian.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
MustRead close