Detik.com News
Detik.com

Minggu, 24/03/2013 17:27 WIB

Inilah Kronologi Pembunuhan Pengusaha Besi Dikubur di Rumah Banyu Urip

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Inilah Kronologi Pembunuhan Pengusaha Besi Dikubur di Rumah Banyu Urip
Surabaya - Mayat pengusaha besi, Rudy Gunawan, ditemukan terkubur di taman sebuah rumah di Jalan Banyu Urip Jaya I/45. Pria 40 tahun itu dibunuh dan dikubur 2 saudara ipar yakni Pelda Edi Junaedi (42) dan Arif Andiyanto (44).

Berikut kronologi pembunuhan pengusaha besi warga Jalan Manyar Kertoarjo III tersebut yang dihimpun dari berbagai sumber:

Rudy dibunuh di kawasan Bringkang, Menganti pada Kamis (14/3/2013) oleh Edi yang diduga dilakukan seorang diri. Padahal Edi dan Rudy dikenal berkawan baik. Pembunuhan dilakukan di mobil milik Edi. Mobil Rudy yakni Toyota Avanza nopol L 1678 PG lantas dibuang dan ditemukan di Jalan Tambak Langon.

Kebingungan, Edi membiarkan saja mayat Rudi di dalam mobil Toyota Rush miliknya. Mobil itu dibiarkan terparkir di tempat parkir markas Denpom V/4 Brawijaya. Karena mayat Rudy sudah mulai berbau busuk, Edi membawa mayat Rudy ke rumah mertuanya, Soetikno (alm), di Jalan Banyu Urip Jaya I/45.

Edi membawa mayat Rudy ke rumah Banyu Urip, Minggu (17/3/2013) sekitar pukul 10.00 WIB. Edi memang pernah tinggal di situ, namun sekarang dia dan istrinya tinggal di asrama Denpom V/4 Brawijaya.

Di rumah itulah Edi berusaha menghilangkan jejak dengan menguburkan mayat Rudy. Edi merencanakan mengubur mayat di dalam rumah karena ada taman di dalam rumah yang cukup lebar.

Untuk mengubur mayat Rudy, Edi meminta bantuan Arif, kakak iparnya. Arif tinggal di rumah tersebut bersama istrinya, Maya dan ibunya. Untuk mengelabui orang di rumah, Edi memberi uang agar Maya dan ibunya keluar untuk membeli sesuatu.

Mayat Rudy dikubur di kedalaman sekitar 40 cm. Setelah menimbunnya dengan tanah, Edi menyemen bagian atas 'kuburan' tersebut. Di atas semen, Edi menimbunnya lagi dengan tanah dan menanami dengan tumbuhan serta meletakkan pot bunga di atasnya.

Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya baunya tercium juga. Setelah ada laporan tentang menghilangnya Rudy, polisi yang berkoordinasi dengan Denpom V/4 Brawijaya akhirnya bisa mengamankan Edi. Saat dimintai keterangan, Edi mengakui semua perbuatannya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iwd/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%