detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 16/03/2013 06:44 WIB

Kepergok Kumpul Kebo dengan Janda, TNI Gadungan Nyaris Dimassa

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - TNI AD gadungan Yon Ariono (39), digerebek saat kempul kebo dengan Ituk (35), seorang janda asal Kecamatan Gondang Mojokerto. Akibat perbuatannya, Yon nyaris dihakimi warga.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, penggerebekan itu terpaksa dilakukan warga karena sering menjumpai Yon tidur di rumah Ituk, janda kembang desa setempat. Namun, awalnya warga selalu takut karena Yon mengaku anggota intel Kodim 0815 Mojokerto.

Setelah dibuat resah, warga terpaksa melakukan penggerebekan saat Yon diketahui tengah berada di rumah Ituk. Saat warga membuka pintu rumah janda kembang ini, kedua pasangan kumpul kebo ini tertangkap basah sedang bercinta.

Warga yang kesal, akhirnya mengamankan Yon dan dimintai keterangan. Jika benar Yon adalah anggota TNI, maka akan diserahkan ke polisi militer. Namun, ternyata Yon bukan tentara, melainkan hanya seorang PNS yang berdinas di Pemkab Mojokerto.

Massa yang sudah naik pitam, nyaris menghakimi warga Desa Seduri, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo ini. Beruntung, anggota Polsek Gondang segera turun ke lokasi untuk mengamankannya dari amukan warga.

"Sudah kita amankan dan diperiksa. Ternyata dia bukan anggota TNI, melainkan hanya seorang PNS," kata Kapolsek Gondang, AKP Shodiq AF kepada detiksurabaya.com melalui pesan singkatnya, Sabtu (16/3/2013).



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%