detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 12/03/2013 12:54 WIB

Pencari Rumput Temukan Patung Kendedes di Hutan Baluran

Ghazali Dasuqi - detikNews
Patung Kendedes temuan Misyono/Ghazali D
Situbondo - Sebuah patung kuno diduga peninggalan kerajaan ditemukan warga di kawasan Hutan Baluran, Situbondo. Patung menyerupai patung Kendedes itu ditemukan Misyono (44) saat mencari rumput di dalam hutan Baluran. Saat ditemukan patung itu setengah terpendam di dalam tanah dengan posisi terlilit akar pohon jati.

Penemuan patung Kendedes di tengah hutan Baluran itu cukup menarik perhatian. Warga yang penasaran banyak berdatangan ke rumah Misyono di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih untuk melihat patung dari jarak dekat. Patung yang diduga terbuat dari batu itu memiliki bobotnya sekitar 15 kg dengan ukuran tinggi 40 cm dan lebar 15 cm.

"Saya tidak menyangka akan menemukan patung ini. Waktu kemarin saya mencari rumput, tiba-tiba saya melihat seperti ada benda aneh terlilit akar pohon jati. Setelah didekati ternyata patung kendedes ini. Awalnya ya kotor banyak tanahnya," kata Misyono di rumahnya, Selasa (12/3/2013).

Menurut bapak dua anak itu, tidak mudah untuk mengambil patung Kendedes itu dari bawah pohon jati. Selain sedikit terpendam ke tanah, posisi patung juga terlilit hingga seperti 'terangkul' akar pohon. Awal ditarik, Misyono mengaku kesulitan karena bagian sanggul mahkota patung tersangkut akar. Anehnya, setelah beberapa kali dicoba ditarik patung itu berhasil dikeluarkan dari lilitan akar pohon jati tanpa ada kerusakan sedikit pun.

"Saya sempat pasrah, cuma dalam hati saya berkata jika barang ini memang akan ikut saya pasti bisa ditarik. Ternyata benar-benar bisa ditarik. Boleh percaya atau tidak, waktu ditarik bagian sanggul mahkotanya ini seperti berubah lembut, jadi tidak rusak walaupun tersangkut akar. Baru setelah keluar jadi keras lagi," tuturnya.

Hanya saja, sehari sebelum menemukan patung berbentuk Kendedes itu Misyono mengaku memiliki firasat aneh. Dalam tidurnya, Misyono mengaku bermimpi diberi selendang oleh dua orang yang tiba-tiba turun dari langit. Usai memberi selendang, dua orang itu kembali lagi ke langit.

"Saya tidak tahu apakah penemuan patung ini berkaitan dengan mimpi itu. Tapi yang jelas, waktu saya keluar dari dalam hutan membawa patung ini, patung ini sempat ditawar Rp 500 ribu oleh pengemudi mobil avanza asal Bali yang mogok kawasan hutan," tandas Misyono.

Terkait penemuan patung kendedes di Hutan Baluran itu, salah seorang pemerhati cagar budaya dan benda purbakala di Situbondo, Tjandra mengaku sudah mendengarnya. Karena itu, pihaknya akan segera mengecek dan meneliti jenis patung yang ditemukan. Namun dilihat dari foto-fotonya, Tjandra optimis patung yang ditemukan Misyono itu adalah benda purbakala dan terbuat dari batu.

"Cuma pastinya masih akan saya cek langsung ke sana. Kalau benar-benar benda purbakala, tentu saja harus segera diselamatkan. Instansi terkait di Situbondo juga harus segera turun tangan," desak Tjandra.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%