detikcom

Kamis, 07/03/2013 18:06 WIB

Tawuran Suporter Arema vs Warga di Tol, Versi Bonek: Semua Berawal dari Aremania

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Suporter Persebaya (Bonek) mengakui terlibat saling lempar batu dengan rombongan Aremania saat melintas di jalan tol. Aksi pelemparan dilakukan setelah adanya aksi pengrusakan yang dilakukan Aremania sepanjang perjalanan.

"Gesekan itu diawali dari teman-teman Arema sendiri yang melakukan pengrusakan sepanjang perjalanan menuju Surabaya. Melihat seperti ini kami pun tak ingin kota kami rusak dan kami juga sempat bilang, lho kok koyok ngene, mangkane arek-arek jogo supoyo Suroboyo gak dirusak (Lho kok seperti ini, makanya teman-teman jaga agar Surabaya tidak dirusak)," kata Sinyo, salah satu koordinator Bonek kepada detiksurabaya.com, Kamis (7/3/2013).

Sinyo mengaku belum mengetahui pasti insiden pertama aksi saling lempar antara Bonek dengan rombongan Aremania di tol Jambangan-Perak. "Saat itu memang teman-teman (bonek), tapi saya masih belum dapat info pastinya seperti apa. Yang pasti, saya yakin itu imbas dari aksi pengrusakan yang dilakukan Aremania," ungkap Sinyo.

Salah satu koordinator suporter Bonek ini menambahkan, pihaknya yang mengetahui pasti kejadiannya saat terjadi aksi tawuran di KM 7 dan KM 6 atau disekitar wilayah Simo.

Sinyo menegasjan jika aksi saling lempar di kawasan Simo terjadi antara Aremania dan warga. "Kalau itu dengan warga. Kalau bilang koridor suporter kan tidak perlu membawa sajam. Apalagi mereka (Aremania) merusak rumah dan warung milik warga," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini sudah meredam dan berusaha menahan emosi para Bonek agar tidak melakukan aksi pembalasan terhadap Aremania. "Pasca kejadian siang tadi, kami langsung koordinasi dan men-share ke korwil-korwil di Surabaya maupun di daerah agar meredam emosinya dan tidak melakukan aksi pembalasan," harapnya.

Sinyo juga berharap kepada pihak keamanan dan Aremania agar selama perjalanan kembali dari Gresik menuju Malang menggunakan jalur lain. "Ini semua untuk mengantisipasi terjadi gesekan kembali. Kami sudah berusaha. Kan tipe orang itu berbeda-beda, satu dikasih tahu yang lain yang jalan. Intinya kami sudah berusaha meredam," tandas Sinyo.



Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%