detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 04/03/2013 16:08 WIB

LKS Agama Islam SMP di Mojokerto Dianggap Sesat

Tamam Mubarrok - detikNews
Foto: Tamam Mubarrok
Mojokerto - Lembar kerja siswa (LKS) di Kota Mojokerto kembali menjadi sorotan. Belum lama beredar LKS bergambar Miyabi, kali ini LKS Agama Islam tingkat SMP terdapat materi keagamaan yang dianggap tidak sesuai dengan fiqih.

Materi tak sesuai itu terdapat dalam bab 5 mengenai salat sunah di halaman 47. Mulai definisi dan sebagainya, LKS ini menerangkan secara gamblang. Namun, LKS yang tidak diketahui penerbitnya itu dianggap tak sesuai dalam ajaran fiqih.

Kesalahan mendasar yang dicantumkan dalam LKS bercover biru tersebut, yakni mengenai salat tarawih. Pada LKS itu, salat tarawih merupakan salat sunah munfarid (sendirian). Padahal salat ini harusnya sunah yang harus dilakukan berjamaah.

Kesalahan sangat fatal juga terdapat pada pendefinisian salah jumat dan salat jenazah. Pada LKS ini, kedua salat itu hukumnya sunah, bukan fardu ain dan fardu kifayah atau salat wajib. Beberapa kesalahan konten tersebut, dianggap tidak sesuai dengan kaidah fiqih.

"Beberapa konten yang diajarkan kami anggap itu menyesatkan," ungkap Riha Mustofa, guru agama SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto saat ditemui detiksurabaya.com, Senin (4/3/2013).

Pihaknya mengaku sangat menyayangkan konten bermasalah tersebut tercantum dalam LKS Agama Islam. Dia mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto segera meluruskan konten tersebut. Jika kesalahan terjadi pada percetakan, LKS segera ditarik untuk diperbaiki.

"Sebelum jauh dipelajari para siswa, buku LKS ini harus segera diluruskan dan kalau bisa ditarik peredarannya," ujarnya.

Menanggapi hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto melalui Kabid SMP/SMA/SMK Tjatur Susanto mengaku masih belum mengetahui hal tersebut. LKS agama islam untuk SMP bikinan tim MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) agama Islam.

"Kami telusuri dulu adanya temuan itu," ucapnya melalui pesan singkat.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%