detikcom
Sabtu, 23/02/2013 16:53 WIB

Seorang Santri Ponpes Darul Ulum Tewas Tenggelam di Waduk Gonggang

Arvin Dwi Pranoto - detikNews
Lokasi tenggelamnya seorang santri/Arvin DP
Magetan - Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Magetan tewas tenggelam di Waduk Gonggang Magetan. Rian Nurdianto (17), santri asal Desa Tawang Jagir, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jateng datang ke waduk bersama 3 orang temannya.

Saat bermain di waduk yang baru diresmikan pada pada tanggal 15 Juni 2012 lalu, tasbih milik korban terjatuh ke air. Naas, saat bermaksud mengambilnya justru Rian tenggelam karena tak bisa berenang.

"Di bendungan kita bermain di pinggir saja, namun tasbih milik Rian terjatuh ke air. Rian kemudian masuk ke air dan ternyata tak bisa berenang," kata Heru Prasetyo, salah seorang teman korban kepada detiksurabaya.com, Sabtu (23/02/2013).

Saat korban berteriak minta tolong, ujar Heru, dia bersama dua orang temannya Andri dan Mahmudi berusaha mengambil tongkat untuk menolongnya, tapi gagal. Karena ketiga teman tidak bia berenang, akhirnya meminta tolong kepada warga

Setelah empat jam tenggelam jasad korban berhasil ditemukan oleh anggota Koramil Poncol yang menyelam di kedalaman 15 meter. "Saya menyelami air yang sangat dingin di kedalaman 15 meter, kemudian menemukan jasadnya tersangkut di tebing. Posisi tubuh korban saat ditemukan sedang tengkurap," ucap anggota Koramil Poncol, Sersan Mayor Suwardi.

Mayat Rian Nurdianto kemudian dievakuasi ke tempat pemondokannya di Pondok Pesantren Darul Ulum Poncol untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dari Tim Identifikasi Polres Magetan serta Tim Medis Puskesmas Poncol.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%