Senin, 18/02/2013 13:37 WIB

Jamur 'Raksasa' Hebohkan Warga Blitar

Yosibio Novianto - detikNews
jamur raksasa jadi tontonan warga/Yosi Novianto
Blitar - Dua tumbuhan jamur berukuran super jumbo ditemukan di perkarangan Subani (63), warga Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Blitar. Jamur berwarna putih ini memiliki tinggi 60 cm dan berdiameter sekitar 108 cm.

Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi menyebutkan, jamur yang bentuknya mirip dengan jamur tiram ini awalnya ditemukan oleh anak Subani bernama Didik Supriyono (30) pada akhir pekan kemarin.

Saat itu, Didik sempat memotong beberapa bagian jamur dan dibawa pulang untuk dikonsumsi. Namun, niat itu urung dilakukan, karena dia khawatir jika jamur jumbo ini beracun.

"Ya sama anak saya sempat diambil beberapa bagian untuk dimasak. Namun dikembalikan lagi karena takut jika terjadi apa-apa," cerita Subani, kepada detiksurabaya.com di lokasi, Senin (18/2/2013).

Subani menambahkan, kekhawatiran semakin bertambah karena jamur 'raksasa' itu tumbuh di areal yang dikeramatkan warga yakni sumber air Ngluweng. Pasalnya, sumber air ini memang dikenal sebagai lokasi angker.

Sejumlah warga bahkan menuturkan, jika sumber mata air yang telah direnovasi sejak dua tahun lalu ini, dulunya merupakan tempat bersarangnya ular berukuran besar.

"Dulu sewaktu kita kecil, memang di lokasi ini ada ular berukuran sangat besar, sepelukan orang dewasa yang sempat membuat geger warga," kenang Basiran (66), warga setempat kepada detiksurabaya.com.

Penemuna jamur berukuran jumbo ini pun menyedot perhatian warga dari luar desa tersebut. Hampir tiap hari, lokasi tersebut didatangi warga yang penasaran dengan tumbuhan jamur 'raksasa'.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%