Rabu, 13/02/2013 12:40 WIB

Kasus Narkoba di Jawa Timur Peringkat 3 Nasional

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Jawa Timur masih menempati peringkat 3 kasus narkoba terbesar berskala Nasional. Lembaga Pemasyarakatan (LP) masih menjadi pusat peredaran barang haram tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar saat memberi sambutan usai pencanangan Polda Jatim Zero Narkoba di Lapangan Apel Mapolda Jatim. Pria jebolan Akabri Kepolisian tahun 1982 ini juga menyebutkan, Lembaga Permasyarakatan (LP) masih menjadi titik suply.

"Kasus narkoba di Jawa Timur menduduki peringkat 3 nasional, setelah DKI Jakarta. LP masih menjadi titik suply," kata Anang, Rabu (13/2/2013).

Soal prosentasenya, pria kelahiran Mojokerto 18 Mei 1958 ini belum bisa menyebutkan. Namun, yang ingin ia soroti adalah dampak kasus narkoba itu sendiri.

"Narkoba mungkin awalnya dianggap bisa menjadi stimulan, tapi pada akhirnya merusak. Bisa merusak manusia dan masa depannya," lanjut Anang.

Untuk itulah, pihaknya mengaku bahwa setiap barang bukti narkoba secepatnya harus dimusnahkan. Begitu pula yang tertuang dalam UU Narkotika, bila penyidik lalai memusnahkan barang bukti narkoba, dapat diancam pidana.

"3 hari setelah penangkapan, penyidik musti melapor ke kejaksaan. Kemudian kejaksaan punya waktu 7 hari untuk penetapan pemusnahan barang bukti narkoba. Setelah menerima penetapan, penyidik harus langsung memusnahkan barang bukti tersebut," terang mantan Kadiv Humas Polri tersebut.

"Karena bila tidak, petugas dapat diancam pidana dan denda hampir mencapai nilai Rp 100 juta. Inilah yang memaksa kita untuk harus segera memusnahkan barang bukti narkoba apabila kita telah menangkap kasus itu," tandas Anang.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nrm/iwd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%