detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 20:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 12/02/2013 22:13 WIB

Peti Jenazah Mahasiwi Korban Pembunuhan Disambut Isak Tangis Keluarga

Hendras Setiawan - detikNews
Ponorogo - Kedatangan jenzah Suprihatin (22) korban pembunuhan yang jasadnya di kubur dan dicor di dalam kamar rumah milik mantan Kepala Desa Karang Gebang, Ponorogo disambut histeris keluarga dan teman korban. Kedua orang tua pingsan tak kuasa menahan haru.

Isak tangis pecah ketika mobil jenazah yang membawa jenazah Suprihatin tiba di rumah duka di Desa Tegal Ombo, Sumoroto, Ponorogo. Sempat disemayamkan, jenazah Suprihatin langsung dimakamkan di TPU desa setempat, Selasa (12/2/2013).

Putri bungsu pasangan Sunarto-Murtini yang dikenal aktif sebagai pecinta alam di mata teman-temannya dikenal sebagai sosok gadis yang periang dan tak pernah terlihat sedih.

"Kami sangat terkejut dan shok setelah mendengar kabar jika Karon (sapaan akrab Suprihatin) ditemukan tewas mengenaskan," kata Maulana, salah satu rekan korban kepada detiksurabaya.com.

Maulana menambahkan, selama ini dalam kegiatan pecinta alam, Karon bersama Krisnanda Mega Utama menjalin hubungan atau pacaran. "Keduanya memang sesama anggota pecinta alam Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan selama ini kita menganggap keduanya hanya berteman biasa. Makanya kami kaget ketika ada kabar pembunuhan dan keduanya merupakan sepasang kekasih," imbuhnya.

Sebelumnya, jenazah Suprihatin ditemukan tewas mengenaskan. Jasadnya dikubur dan dicor di dalam sebuah kamar di rumah milik Kepala Desa Karang Gebang setelah polisi melakukan olah TKP kedua dalam kasus pembunuhan Krisnanda Mega Utama yang tewas dibunuh ayah kandungnya Eko Budiono pada Rabu (6/2/2012) pekan lalu.

Hasil otopsi terhadap jasad Suprihatin, korban menderita 27 luka tusukan dan pukulan benda tumpul di kepala dan punggung dan bekas jeratan di leher.

Hingga kini polisi masih terus dalami kasus pembunuhan tersebut. Karena sampai saat ini, tersangka utama Eko yang tak lain ayah kandung Krisnanda Mega Utama belum mengakui pembunuhan terhadap korban Suprihatin yang ditemukan didalam kamar anaknya.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ze/ze)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%