detikcom
Sabtu, 02/02/2013 10:57 WIB

Terapi Tusuk Jarum Cara Tradisional Penyembuhan Pecandu Narkoba

Syaiful Kusmandani - detikNews
Foto: Syaiful Kusmandani
Jember - Narkoba saat ini menjadi musuh bersama dan keberadaaannya telah menyebar luas di masyarakat. Bahkan pecandunya tak cuma di kalangan menengah atas seperti kalangan pejabat dan artis namun narkoba juga beredar di kalangan remaja khususnya pelajar.

Berbagai cara dilakukan untuk bisa menghentikan kebiasaan itu, bagi kalangan atas hal tersebut cukuplah mudah namun bagaimana dengan kalangan bawah, tentunya dibutuhkan dana besar untuk bisa menyembuhkan seseorang untuk tidak kecanduan.

Sebuah yayasan di Jember menjawab persoalan itu, yayasan dengan bangunan sederhana yang berdiri sejak tahun 1970 itu telah mengobati sedikitnya 900 lebih pasien pecandu narkoba baik dari usia muda hingga dewasa. Yayasan di Kelurahan Kranjingan Kecamatan Sumbersari, Jember tak hanya menyembuhkan pasien khusus pecandu narkoba namun juga pasien gangguan kejiwaan.

Pengobatan tradisional disertai iringan doa menyembuhkan pasiennya dari jeratan narkoba yang selama ini membelenggu kehidupannya bahkan seakan telah menjadi konsumsi harian. Dengan media tusuk jarum di beberapa titik di bagian kepala, nama yayasan ini cukup dikenal di beberapa kota besar seperti Surabaya bahkan Jakarta.

"Maksud tusuk jarum di kepala ini agar saraf saraf tertentu berfungsi kembali, karena segala jenis narkoba itu ujung ujungnya menyerang bagian saraf sehingga membuat seseorang terlambat berfikir bahkan terkadang pecandu yang parah sampai lupa segala galanya," tutur Ketua Yayasan Asy Syafi’iyah Zaini kepada detiksurabaya.com, Sabtu (3/2/2013).

Dibutuhkan waktu lama bagi pasien yang mengalami kecanduan narkoba, meski secara jiwa mereka sehat namun menghilangkan keinginan merasakan narkoba lagi yang membuat proses pengobatan berlangsung lama bisa mencapai 2-3 bulan.

"Di sini juga memberikan jamu dari ramuan tradisional yang setiap hari harus diminum khususnya pasien narkoba agar kesehatannya bisa normal kembali seperti sebelum mereka mengenal narkoba," tambah saat mengobati pasien pecandu narkoba.

Tak ada tarif khusus untuk setiap proses penyembuhan meski tinggal berbulan bulan di yayasan, setiap pasien yang datang dan pulang dalam keadaan sembuh total, memberinya pada yayasan sesuai kemampuan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%