Berita Lain
-
Rabu, 22/05/2013 12:34 WIB
Video Aksi Brutal Siswi Pasuruan, Polisi Baru Periksa Empat Teman Pelaku
-
Rabu, 22/05/2013 12:11 WIB
Korban Lumpur Lapindo Kembali Demo Tuntut Pelunasan Ganti Rugi
-
Rabu, 22/05/2013 09:19 WIB
Petani Tewas Kesetrum Jebakan Tikus
-
Rabu, 22/05/2013 00:12 WIB
Ratusan Pemanas Air dari Sendok Disita dari Ruangan Napi di Rutan Medaeng
-
Selasa, 21/05/2013 23:35 WIB
Sabu Ditemukan di Taman Rutan Medaeng, Diduga Ada Keterlibatan Sipir
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 15,429.000
-
Rp 3,253.000
Kamis, 17/01/2013 18:46 WIB
(detikSurabaya/Irul Hamdani)
Banyuwangi -
Dealer Garuda Motor Jajag, di Jalan PB Sudirman Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, tersandung masalah. Puluhan konsumennya mengaku ditipu pihak dealer dengan total kerugian mencapai Rp 150 juta. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.
Korban dugaan penipuan ini mencapai 21 orang. Korban mengatakan, mereka sudah menyetor uang muka pembelian sepeda motor ke pihak dealer. Rata-rata uang muka antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Uang muka dibayar atas saran dealer karena sepeda motor yang akan dibeli masih belum ada (inden).
Pembayaran uang muka dibuktikan dengan kwitansi berstempel Garuda Motor Jajag. Namun setelah ditunggu berbulan-bulan, motor yang dibeli belum juga ditangan para korban. Karena kecewa akhirnya mereka meminta tanggung jawab ke Garuda Motor Jajag.
Garuda motor Jajag sendiri mengakui adanya kasus tersebut. Namun mengelak disebut bila dealer yang melakukannya. Disebut-sebut, penipuan itu dilakukan oleh oknum karyawan marketing. Yang kini keberadaannya tidak diketahui.
"Itu dilakukan oknum karyawan bagian marketing," bantah Kordinator Marketing Garuda Motor Jajag, Yosep, saat dihubungi detiksurabaya.com via seluler, Kamis (17/1/2013).
Disisi lain, para korban menilai Garuda Motor Jajag terkesan hendak cuci tangan. Sebab, pembayaran uang muka dilakukan mereka di dealer. Yang artinya pihak Garuda Motor Jajag turut bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
"Saya bayarnya ke dealer dengan bukti kwitansi cap stempel perusahaan," ungkap seorang korban yang enggan menyebutkan namanya.
Para korban mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Upaya itu urung dilakukan bila dealer khusus sepeda motor Honda ini memiliki niatan baik mengembalikan uang korban.
Sementara itu, Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas'ud membenarkan adanya informasi dugaan penipuan tersebut. Sejauh ini masih ada tiga korban yang resmi membuat laporan polisi.
Anehnya mesti korban memberikan kronologis penipuan secara jelas, pihak terlapor bukan Garuda Motor Jajag. Melainkan oknum karyawan bagian marketing Garuda Motor Jajag. Yang keberadaannya masih dalam pencarian polisi.
"Sementara masih ada tiga korban yang melapor, itu (penipuan) dilakukan oknum karyawan dealer," kata Ibnu, dihubungi detiksurabaya.com secara terpisah
(bdh/bdh)
Puluhan Orang Mengaku Ditipu Oknum Marketing Dealer Motor Honda
Irul Hamdani - detikSurabaya
(detikSurabaya/Irul Hamdani)
Korban dugaan penipuan ini mencapai 21 orang. Korban mengatakan, mereka sudah menyetor uang muka pembelian sepeda motor ke pihak dealer. Rata-rata uang muka antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Uang muka dibayar atas saran dealer karena sepeda motor yang akan dibeli masih belum ada (inden).
Pembayaran uang muka dibuktikan dengan kwitansi berstempel Garuda Motor Jajag. Namun setelah ditunggu berbulan-bulan, motor yang dibeli belum juga ditangan para korban. Karena kecewa akhirnya mereka meminta tanggung jawab ke Garuda Motor Jajag.
Garuda motor Jajag sendiri mengakui adanya kasus tersebut. Namun mengelak disebut bila dealer yang melakukannya. Disebut-sebut, penipuan itu dilakukan oleh oknum karyawan marketing. Yang kini keberadaannya tidak diketahui.
"Itu dilakukan oknum karyawan bagian marketing," bantah Kordinator Marketing Garuda Motor Jajag, Yosep, saat dihubungi detiksurabaya.com via seluler, Kamis (17/1/2013).
Disisi lain, para korban menilai Garuda Motor Jajag terkesan hendak cuci tangan. Sebab, pembayaran uang muka dilakukan mereka di dealer. Yang artinya pihak Garuda Motor Jajag turut bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
"Saya bayarnya ke dealer dengan bukti kwitansi cap stempel perusahaan," ungkap seorang korban yang enggan menyebutkan namanya.
Para korban mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Upaya itu urung dilakukan bila dealer khusus sepeda motor Honda ini memiliki niatan baik mengembalikan uang korban.
Sementara itu, Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas'ud membenarkan adanya informasi dugaan penipuan tersebut. Sejauh ini masih ada tiga korban yang resmi membuat laporan polisi.
Anehnya mesti korban memberikan kronologis penipuan secara jelas, pihak terlapor bukan Garuda Motor Jajag. Melainkan oknum karyawan bagian marketing Garuda Motor Jajag. Yang keberadaannya masih dalam pencarian polisi.
"Sementara masih ada tiga korban yang melapor, itu (penipuan) dilakukan oknum karyawan dealer," kata Ibnu, dihubungi detiksurabaya.com secara terpisah
(bdh/bdh)
Baca Juga:
- Nama Kapolresta Blitar Dicatut Penipu, Satu Korbannya Anggota Polisi
- Puluhan Orang Tertipu Polisi Gadungan
- Garnisun Gadungan Perdaya Dua Pemilik Warung
- Kuli Bangunan Ngaku Bisa Gandakan Rp 6 Juta Jadi Rp 1 Miliar
- BPF Malang Dipolisikan Nasabah
- Tipu Puluhan Remaja, Janda Beranak Satu Dibekuk Saat Menyusui
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Rabu, 22/05/2013 00:12 WIB
Ratusan Pemanas Air dari Sendok Disita dari Ruangan Napi di Rutan Medaeng - Selasa, 21/05/2013 18:17 WIB
Divonis Seumur Hidup, Terdakwa Narkotika 'Bernyanyi' Diperas Jaksa - Selasa, 21/05/2013 12:18 WIB
Pelaku Kekerasan di Video Brutal Siswi Dikeluarkan dari Sekolah - Selasa, 21/05/2013 22:45 WIB
Sabu-sabu 294 Gram Ditemukan di Taman Rutan Medaeng
Komentar Terpopuler
- Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Jumat, 17/05/2013 17:04 WIB
Dua Jambret Nasabah Bank Nyaris Tewas Dimassa, 1 Orang Ditembak - Selasa, 21/05/2013 18:14 WIB
Siswi Asal Sidoarjo Hamil 7 Bulan Setelah Digilir 3 Remaja
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message