Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Rabu, 16/01/2013 09:58 WIB

Metode Baru Pendukung Diet: Twitter an!

Rahma Lillahi Sativa - detikSurabaya



Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Ternyata menurunkan berat badan tak melulu soal metode dan komitmen dari orang yang ingin melakukannya. Hal ini juga memerlukan dukungan penuh dari lingkungan, termasuk dari rekan-rekan di dunia maya.

Sebuah studi baru menemukan bahwa aktif di situs jejaring sosial seperti Twitter dapat membantu seseorang menurunkan berat badannya, terutama memberikan dukungan sosial bagi si pelaku diet. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati 96 partisipan yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas selama enam bulan.


Keseluruhan partisipan dilaporkan menggunakan alat komunikasi mobile yang terhubung dengan internet dan dibagi ke dalam dua kelompok.

Masing-masing memperoleh dua siniar (podcast) selama 15 menit perminggu dalam kurun waktu tiga bulan dan dua siniar mini selama lima menit perminggu dalam kurun waktu yang sama. Siniar tersebut berisi informasi tentang asupan gizi, latihan fisik dan target berat badan partisipan.

Namun partisipan pada salah satu kelompok diminta untuk mem-follow akun Twitter satu sama lain agar dapat saling memberikan dukungan sosial saat melakukan program diet. Dari situ tercatat ada 2.630 tweet yang di-posting oleh partisipan selama studi berlangsung.


75 Persen diantaranya berisi informasi, misalnya tentang partisipan yang mengabarkan rincian pencapaian program dietnya, sisanya adalah tweet yang berisi dukungan emosional terhadap sesama pelaku diet.

"Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin memanfaatkan Twitter sebagai bagian dari program dietnya terbukti lebih banyak mengalami penurunan berat badan," ungkap ketua tim peneliti Brie Turner-McGrievy dari departemen perilaku, pendidikan dan promosi kesehatan, Arnold School of Public Health, University of South Carolina seperti dilansir dari MSN, Rabu (16/1/2013).

"Pada metode diet tradisional, dukungan sosial juga diperoleh meski hanya dapat diberikan lewat pertemuan kelompok mingguan. Meski kami tahu ini efektif, tapi memakan banyak biaya dan dapat menciptakan beban yang besar bagi partisipan.


Untuk itu memberikan dukungan lewat jejaring sosial online bisa jadi murah meriah sekaligus mampu menjangkau pendukung dalam jumlah besar, terutama yang sama-sama punya komitmen untuk mencapai berat badan sehat," lanjutnya.

Di akhir studi secara keseluruhan kedua kelompok partisipan dilaporkan rata-rata mengalami penurunan berat badan sebanyak 2,7 persen dalam kurun waktu enam bulan. Tapi pengguna Twitter terbukti lebih sukses menurunkan berat badannya, bahkan peneliti menyimpulkan dari setiap 10 tweet yang dilontarkan oleh partisipan menyebabkan penurunan berat badan sebanyak 0,5 persen.


(iwd/iwd)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com