Berita Lain
-
Minggu, 19/05/2013 13:13 WIB
Bapak Satu Anak Meregang Nyawa Saat Perbaiki Pompa Air
-
Minggu, 19/05/2013 12:30 WIB
Dua Pemuda Sidoarjo Tewas Saat Motor Terjun ke Parit
-
Minggu, 19/05/2013 10:00 WIB
Candi di Lamongan Dikenal Punya Mitos Turunkan Pangkat
-
Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Rem Blong, Bus Putra Mulya 'Terbang' ke Rumah Warga
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
SBY Berbaur dengan Wisatawan di Kawasan Gunung Bromo
Posted : aidiralazuardiGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 21,474.000
-
Rp 2,833.000
Senin, 14/01/2013 12:20 WIB
Foto: M Aminudin
Malang -
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang dilempari telur dan tomat saat akan menemui para pendemo yang menggelar aksi di depan kantornya, Senin (14/1/2013).
Insiden berawal dari para pendemo mendesak Kepala Kejaksaan Kota Malang Wenny Gustiati keluar menemui mereka. Melihat rombongan petugas kejaksaan keluar, pendemo langsung melemparkan tomat dan telur yang disiapkan ke arah mereka. "Lempar, lempar," teriak pendemo.
Lemparan itu mengenai seluruh petugas yang keluar dari gedung. Aparat keamanan memasang pagar betis langsung memukul mundur pendemo. Bentrok tak terhindarkan antara pendemo dan petugas keamanan. Aparat keamanan pun membubarkan para pendemo dari halaman kejaksaan.
Dari pantauan detiksurabaya.com, sejumlah pendemo menjadi sasaran kekerasan. Pihak yang sama dialami oleh aparat keamanan. Tindakan refresif petugas tidak membuat jera para pendemo, mereka terus memaksa masuk ke dalam halaman kejaksaan untuk menyuarakan tuntutan mereka.
"Kami ingin masuk, kajari harus temui kita," teriak pendemo.
Aparat keamanan kemudian memberikan kesempatan pada pendemo untuk masuk ke lokasi demo awal.
"Kita menuntut tuntas semua kasus korupsi yang ditangani Kejari Malang," ujar koordinator aksi Wawan Eka disela aksi.
Dalam pernyataan sikapnya, pendemo meminta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang mundur dari jabatannya, karena dipandang tidak profesional dalam menangani seluruh kasus korupsi.
"Hapus mafia hukum atau mafia hukum," tandas Eka.
Sementara Kajari Kota Malang Wenny Gustiati menyayangkan insiden yang dialaminya. Padahal, dirinya saat itu berniat menemui pendemo. "Ini penghinaan, saya sudah mau temui mereka," sesal Wenny.
Wenny mengaku, sebelumnya sudah menemui pendemo untuk mendengarkan tuntutannya. "Saya sudah keluar temui mereka tadi. Karena diminta lagi saya turuti, ternyata dilempari telur dan tomat," kata Wenny seraya menunjukkan bagian di tubuhnya terlempar telur.
Ditanya apakah akan melaporkan sikap mahasiswa kepada aparat penegak hukum?. Wenny belum dapat memastikannya. "Sementara belum, meski ini pelecehan terhadap kami," ucap wanita berjilbab ini.
Kepada wartawan, Wenny menuturkan, dalam semua proses penyelidikan sudah berjalan secara profesional. Dirinya juga memastikan praktek mafia hukum tidak terjadi di lingkungan kerjanya. Hingga pukul 12.00 WIB, pendemo terus melanjutkan aksinya.
(fat/fat)
Mahasiswa Tuntut Kajari Kota Malang Mundur dari Jabatannya
M. Aminuddin - detikSurabaya
Foto: M Aminudin
Insiden berawal dari para pendemo mendesak Kepala Kejaksaan Kota Malang Wenny Gustiati keluar menemui mereka. Melihat rombongan petugas kejaksaan keluar, pendemo langsung melemparkan tomat dan telur yang disiapkan ke arah mereka. "Lempar, lempar," teriak pendemo.
Lemparan itu mengenai seluruh petugas yang keluar dari gedung. Aparat keamanan memasang pagar betis langsung memukul mundur pendemo. Bentrok tak terhindarkan antara pendemo dan petugas keamanan. Aparat keamanan pun membubarkan para pendemo dari halaman kejaksaan.
Dari pantauan detiksurabaya.com, sejumlah pendemo menjadi sasaran kekerasan. Pihak yang sama dialami oleh aparat keamanan. Tindakan refresif petugas tidak membuat jera para pendemo, mereka terus memaksa masuk ke dalam halaman kejaksaan untuk menyuarakan tuntutan mereka.
"Kami ingin masuk, kajari harus temui kita," teriak pendemo.
Aparat keamanan kemudian memberikan kesempatan pada pendemo untuk masuk ke lokasi demo awal.
"Kita menuntut tuntas semua kasus korupsi yang ditangani Kejari Malang," ujar koordinator aksi Wawan Eka disela aksi.
Dalam pernyataan sikapnya, pendemo meminta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang mundur dari jabatannya, karena dipandang tidak profesional dalam menangani seluruh kasus korupsi.
"Hapus mafia hukum atau mafia hukum," tandas Eka.
Sementara Kajari Kota Malang Wenny Gustiati menyayangkan insiden yang dialaminya. Padahal, dirinya saat itu berniat menemui pendemo. "Ini penghinaan, saya sudah mau temui mereka," sesal Wenny.
Wenny mengaku, sebelumnya sudah menemui pendemo untuk mendengarkan tuntutannya. "Saya sudah keluar temui mereka tadi. Karena diminta lagi saya turuti, ternyata dilempari telur dan tomat," kata Wenny seraya menunjukkan bagian di tubuhnya terlempar telur.
Ditanya apakah akan melaporkan sikap mahasiswa kepada aparat penegak hukum?. Wenny belum dapat memastikannya. "Sementara belum, meski ini pelecehan terhadap kami," ucap wanita berjilbab ini.
Kepada wartawan, Wenny menuturkan, dalam semua proses penyelidikan sudah berjalan secara profesional. Dirinya juga memastikan praktek mafia hukum tidak terjadi di lingkungan kerjanya. Hingga pukul 12.00 WIB, pendemo terus melanjutkan aksinya.
(fat/fat)
Baca Juga:
- Demo Tuntut Kejari Sumenep Tuntaskan Kasus Korupsi Ricuh
- Demo Mahasiswa Pasuruan Berlangsung Ricuh
- Polres Mojokerto Didemo Dituntut Kasus Pembunuhan Diungkap
- Pipanisasi Migas di Lepas Pantai Didemo Warga
- Unjuk Rasa Anti Minimarket Berjaringan Berakhir Bentrok
- Sempat Hilang 9 Hari di Gunung Welirang, Mahasiswa UPN Dibawa Pulang
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Kamis, 16/05/2013 12:50 WIB
Seorang Sopir Gagahi Pacar Lantaran Cinta Tak Direstui - Kamis, 16/05/2013 14:17 WIB
Briptu Rani Menghilang, Kapolres Mojokerto Dipanggil Kapolda Jatim - Rabu, 15/05/2013 13:12 WIB
Briptu Rani Menghilang
Polisi Cantik itu Didampingi Ibunya Datangi Mabes Polri - Rabu, 15/05/2013 19:22 WIB
Dugaan Briptu Rani Menghilang karena Foto Syur Tersebar Dimentahkan
Komentar Terpopuler
- Rabu, 15/05/2013 12:13 WIB
Diduga Polisi Cantik Itu Terpukul Akibat Foto Syurnya Beredar - Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Rabu, 15/05/2013 18:24 WIB
Kapolres Mojokerto Tak Gentar Atas Pelaporan Briptu Rani ke Mabes Polri
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message