detikcom
Rabu, 09/01/2013 16:24 WIB

Biaya Sekolah Reguler dan RSBI di Surabaya Gratis, Beda Penekanan Mutu

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
ilustrasi/detikcom
Surabaya - Secara prinsip Rintisan Sekolah Bertaraf Internasinal (RSBI) dengan sekolah reguler di Kota Surabaya ternyata tidak ada perbedaan. Biaya sekolahnya semua digratiskan.

"Kurikulumnya juga sama kok," ungkap salah satu guru salah satu SMA Negeri favorit saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (9/1/2013).

Mengenai bahasa pengantar menggunakan bilingual di sekolah RSBI hanya pada mata pelajaran yang diikutkan ujian nasional, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi dan Ekonomi.

"Kalau di sekolah reguler bahasa pengantarnya mungkin cukup Indonesia," katanya.

Materi ujian nasional antara RSBI/SBI maupun reguler tidak mengalami perbedaan. "Sama," tandas guru ini.

Namun, yang menarik di RSBI pernah ada sistem pembayaran kredit semester. "Tapi sekarang tidak ada," kata seorang guru lainnya melalui sambungan telepon.

Metode pembelajarannya lebih ditekankan berbahasa Inggris. Di materi harus ada bahasa Inggrisnya. "Tapi di undang-undang kan tidak ada aturan itu," tambah guru yang mengaku sedang dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Surabaya ini.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%