detikcom
Senin, 07/01/2013 17:23 WIB

Bandara Notohadinegoro Jember akan Segera Beroperasi

Syaiful Kusmandani - detikNews
Foto: Syaiful Kusmandani
Jember - Setelah lama mangkrak, tak lama lagi Bandar Udara Notohadinegoro di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, Jember akan segera beroperasi melayani penerbangan komersial rute Jember-Surabaya.

Untuk mendapatkan sertifikat kelayakan, kini Dinas Perhubungan Kabupaten Jember terus melakukan persiapan. Termasuk melengkapi alat navigasi dan menambah panjang runway.

"Rencananya Jumat besok, tim dari direktorat akan datang ke Jember mengecek persiapan di bandara. Termasuk diantaranya kelengkapan alat navigasi serta panjang runway," kata Kepala Dinas Perhubungan Jember Djuwarto kepada detiksurabaya.com Senin (7/1/2013).

Panjang runway yang semula hanya 1.200 meter, kini ditambah 200 meter menjadi 1.400 meter sebagai syarat utama kelayakan bandara dan standart runway untuk pesawat jenis atau 72 dan foker 50.

"Runway sudah kami tambah dan tak lama lagi sudah selesai," tambah Djuwarto.

Dengan penambahan panjang runway 200 meter, pesawat berkapsitas 46 dan 70 tempat duduk akan mudah landing maupun take off dari Bandara Notohadinegoro yang sebelumnya telah menelan biaya Rp 30 miliar dari APBD tahun 2003-2008.

Beberapa hari jelang kedatangan tim dari direktorat bandara, kini telah ada 3 maskapai penerbangan yang melirik untuk melayani penerbangan jember-surabaya.

Dari pantauan detiksurabaya.com, proses penambahan runway hingga saat ini masih terus dilakukan. Area di sekitar runway yang semula dipenuhi dengan rerumputan dan semak belukar kini sudah bersih. Bahkan petugas bandara mulai melarang warga sekitar melintas di runway untuk dijadikan jalur alternatif keluar dari perkampungan maupun mencari rumput untuk pakan ternak.

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%