detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 07/01/2013 17:23 WIB

Bandara Notohadinegoro Jember akan Segera Beroperasi

Syaiful Kusmandani - detikNews
Foto: Syaiful Kusmandani
Jember - Setelah lama mangkrak, tak lama lagi Bandar Udara Notohadinegoro di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, Jember akan segera beroperasi melayani penerbangan komersial rute Jember-Surabaya.

Untuk mendapatkan sertifikat kelayakan, kini Dinas Perhubungan Kabupaten Jember terus melakukan persiapan. Termasuk melengkapi alat navigasi dan menambah panjang runway.

"Rencananya Jumat besok, tim dari direktorat akan datang ke Jember mengecek persiapan di bandara. Termasuk diantaranya kelengkapan alat navigasi serta panjang runway," kata Kepala Dinas Perhubungan Jember Djuwarto kepada detiksurabaya.com Senin (7/1/2013).

Panjang runway yang semula hanya 1.200 meter, kini ditambah 200 meter menjadi 1.400 meter sebagai syarat utama kelayakan bandara dan standart runway untuk pesawat jenis atau 72 dan foker 50.

"Runway sudah kami tambah dan tak lama lagi sudah selesai," tambah Djuwarto.

Dengan penambahan panjang runway 200 meter, pesawat berkapsitas 46 dan 70 tempat duduk akan mudah landing maupun take off dari Bandara Notohadinegoro yang sebelumnya telah menelan biaya Rp 30 miliar dari APBD tahun 2003-2008.

Beberapa hari jelang kedatangan tim dari direktorat bandara, kini telah ada 3 maskapai penerbangan yang melirik untuk melayani penerbangan jember-surabaya.

Dari pantauan detiksurabaya.com, proses penambahan runway hingga saat ini masih terus dilakukan. Area di sekitar runway yang semula dipenuhi dengan rerumputan dan semak belukar kini sudah bersih. Bahkan petugas bandara mulai melarang warga sekitar melintas di runway untuk dijadikan jalur alternatif keluar dari perkampungan maupun mencari rumput untuk pakan ternak.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%