Kamis, 27/12/2012 16:35 WIB

Ditjen Bea Cukai Awasi Modus Penyelundupan Terbaru

Zainal Effendi - detikNews
Sidoarjo - Upaya penyelundupan narkotika melalui bandara terus digagalkan, namun para pelaku tak pernah henti-hentinya jera. Bahkan melalui berbagai cara dilakukan untuk mengelabuhi petugas agar barang haram yang dibawanya lolos.

Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jatim I, Eko Darmanto mengindikasi jika para pelaku penyelundupan terus berupaya menyelundupkan narkotika. Ia menyatakan jika modus yang dilakukan para pelaku terus berkembang.

"Saat ini modus operandinya berkembang," kata Eko Darmanto kepada wartawan, Kamis (27/12/2012).

Modus operandi atau cara mengelabuhi petugas dengan menyembunyikan narkotika, kata Eko, diantaranya menyembunyikan ke dalam tas yang disembunyikan di balik tas.

"Ada juga yang dicampur dalam kemasan bubuk kopi instan dan yang terbaru sekarang disembunyikan di dalam sepasang sandal yang dipakai pelaku," ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan mengembangkan potensi petugas di lapangan agar bisa mengidentifikasi berbagai modus penyelundupan yang dilakukan pelaku.

"Sekarang kita tak bisa melihat nilai barang bukti berapa yang kita tangkap. Tapi modus operandinya yang terus mereka coba dan kembangkan," imbuhnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ze/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%