detikcom

Sabtu, 24/11/2012 20:13 WIB

Mayat Tenggelam Kantongi Rp 18 Juta Diduga Korban Penggerebekan Judi

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Teka-teki mayat Choirul Abror yang membawa uang hampir Rp 19 juta plus dua gelang emas sedikit terkuak. Abror diduga tenggelam saat menceburkan diri ke sungai ketika polisi merazia judi. Dan Abror termasuk yang ikut berjudi.

"Memang kami kemarin, Rabu (24/11/2012) sore menggerebek judi di sebuah tambak di Keputih. Tapi saat itu tak ada siapa-siapa," kata Kapolsek Sukolilo AKP Dewa Putu Eka Darmawan kepada wartawa di lokasi ekowisata mangrove Wonorejo, Sabtu (24/11/2012).

Sayangnya Dewa enggan menjelaskan lebih detil kasus tersebut. Dari informasi yang dihimpun, Abror dan teman-temannya sedang melangsungkan judi pada Jumat (23/11/2012) kemarin. Agar tak ketahuan polisi,mereka berjudi di sebuah kawasan tambak di Keputih pada sore hari.

Namun perkiraan mereka salah. Polisi dari Polsek Sukolilo mengendus niat mereka. Saat polisi terlihat mendekat dari jarak 200 meter, para pejudi itu semburat melarikan diri. Abror dan seorang temanya lebih memilih menceburkan diri ke sungai.

Diduga tak bisa berenang dan kelelahan, Abror tenggelam. Mayatnya terbawa arus dan tersangkut akar mangrove di ekowisata Wonorejo. Sementara teman Abror lebih beruntung. Dia berhasil diselamatkan warga.

Dugaan itu pula mungkin yang menjawab mengapa di tangan Abror ditemukan uang Rp 18 juta dan 2 gelang emas. Uang dan perhiasan tersebut diduga akan digunakan bermain judi. kabar yang beredar menyebutkan jika uang tersebut mungkin berasal dari orang tua Abror yang 5 bulan lalu menjual tanah kepada seorang pengembang. Tanah itu dihargai lebih dari Rp 2 miliar.

Kasus itu sendiri ditangani oleh Polsek Rungkut karena mayat Abror berada di wilayah Rungkut saat ditemukan. Tetapi tempat tenggelamnya Abror berada di wilayah hukum Polsek Sukolilo.




Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(iwd/iwd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%