detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 20/11/2012 19:19 WIB

Dirut PDAM Kabupaten Malang Diduga Korupsi

Muhammad Aminudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Malang - Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang Adro'i diduga melakukan korupsi. Korupsi dilakukan dengan menggunakan kwintasi pembayaran lembaganya senilai Rp 450 juta.

Dana itu sedianya akan digunakan membangun fasum air bersih di Perumahan Saptoraya Regency di Kecamatan Pakis. Kasus ini terbongkar setelah salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengadu ke Bupati Malang Rendra Kresna.

"Berdasarkan temuan kami, patut diduga pengerjaan pembenahan fasum air bersih di perumahan Saptoraya Regency yang dikerjakan Adroi selaku Dirut PDAM menjurus pada tindak korupsi. Sebab, uang hasil pengerjaan itu tidak masuk ke dalam kas PDAM. Padahal selama proses pembayaran menggunakan kwitansi PDAM," ujar seorang sumber yang enggan disebut namanya ini, Selasa (20/11/2012).

Masih menurut sumber di LSM yang mengadukan perkara ini ke Rendra, Adro'i juga menggunakan stempel resmi milik lembaga yang dipimpinnya saat pembayara dilakukan.

"Tapi setelah dicek, semua uang pembayaran itu tidak masuk ke dalam kas PDAM," terang sumber tersebut.

Pihak LSM itu berharap Rendra segera menindaklanjuti temuan ini, termasuk inspektorat, DPRD, serta badan pengawas PDAM Kabupaten Malang.

"Harapan kami bisa disikapi bupati secepatnya," tegasnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iwd/iwd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%