Sabtu, 17/11/2012 20:25 WIB

Parade Gandrung Massal Hipnotis Ribuan Warga dan Wisatawan Banyuwangi

Irul Hamdani - detikNews
Foto : Irul Hamdani
Banyuwangi - Parade Gandrung Sewu (Seribu) di pantai Boom, Banyuwangi seolah menjadi magnet bagi ribuan wisatawan dan warga Banyuwangi. Mereka tumplek blek memadati lokasi untuk menyaksikan parade Gandrung massal pertama di bumi Blambangan itu.

Acara diawali dengan kesenian Kuda Lumping Buto. Dan dilanjutkan dengan aksi teatrikal yang mengisahkan sejarah asal muasal tarian Gandrung. Penampilan Gandrung Sewu menjadi acara pamungkas. Sebanyak 1.044 penari Gandrung yang rata-rata pelajar putri SMP dan SMA menari secara massal. Para penari benar-benar menghibur dan menghipnotis yang menontonnya.

"Animo warga luar biasa, saya puas. Kekurangan yang ada akan diperbaiki di acara tahun depan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada detiksurabaya.com seusai acara, Sabtu (17/11/2012).

Sementara itu, acara yang mengundang ribuan orang tersebut membuat arus lalin macet. Ekor kemacetan sekitar 4 km. Jalur masuk dan keluar ke pantai Boom penuh sesak kendaraan roda dua dan empat yang berebut jalan. Bahkan iring-iringan rombongan Bupati Banyuwangi terjebak kemacetan parah saat menuju dan pulang dari menghadiri acara.

Bupati Anas beserta istri terpaksa turun mobil dan berjalan kaki menuju Pendapa Blambangan, rumah dinas Bupati.

"Macet total ya? Saya tadi jalan kaki waktu pulang," pungkas Azwar.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(iwd/iwd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%