Berita Lain
-
Minggu, 18/11/2012 15:02 WIB
Mengakrabi Warkop Jadi Inspirasi Bagi Agus Mulyadi
-
Selasa, 02/10/2012 10:42 WIB
H Slamet Bangkit di Bisnis Ternak Itik Petelur
-
Rabu, 25/07/2012 11:13 WIB
Rahasia Indayati Oetomo Tetap Segar di Usia 56 Tahun
-
Jumat, 25/05/2012 13:28 WIB
Ranggani Ingin Ungkap Kasus Sengketa Tanah Lewat Film
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 21,474.000
-
Rp 3,253.000
Senin, 12/11/2012 12:22 WIB
Cak Tohir dengan foto masa jayanya
Surabaya -
Gigi palsu bertaring panjang, jubah hitam serta tangan yang siap mencekik. karakter ini dulu lekat sekali dengan Cak Tohir. Pria bernama asli Sutohir ini dulunya terkenal dan sudah malang melintang di panggung teater tanah air sejak 1969.
Cak Tohir tak asing bagi para pecinta lawakan Srimulat yang eksis sejak tahun 60 an. Siapa yang tahu bila kariernya sebagai drakula ini langsung dipilih sendiri oleh pendiri grup teater legendaris asal Solo, almarhum Teguh Slamet Rahardjo. Pria 66 tahun ini mengawali kariernya di panggung srimulat di Taman Hiburan Rakyat Surabaya.
"Sebelumnya, saya hanya pelukis baliho pertunjukan srimulat dengan gaji Rp 500 per bulan. Karena menguasai make up character dan saat itu Pak Teguh Almarhum membutuhkan pemain, saya diajak," kata Cak Tohir saat berbincang dengan detiksurabaya.com, di Masjid At-Taufiq, Senin (12/11/2012).
"Setelah terus-menerus berlatih, akhirnya saya menjadi pemeran spesialis hantu. Tidak hanya drakula, karakter saya juga berlanjut ke kuntilanak, pocongan dan lain-lainnya," tutur dia lagi.
Cak Tohir memang ditunjuk untuk memerankan 'Master Drakula' menggantikan Paimo yang harus memerankan sosok vampir wanita 'Madame Drakula'. Cak Tohir sangat pas memerankan sosok hantu Eropa itu.
Setelah itu, karir panggung teaternya semakin meluas ke panggung Srimulat Surabaya, Jakarta, Solo, dan Semarang. Selama proses tersebut, Cak Tohir sempat hijrah ke dunia film, menjadi asisten art director pada sejumlah film. Diantaranya'Bandit Pungli' (1977) besutan sutradara Lilik Sudjio dengan bintang utama Adi Bing Slamet.
"Tahun 1978 saya ditarik lagi oleh Pak Teguh menjadi sutradara untuk membangun Srimulat Solo dan Semarang. Saya ditugasi membentuk para pemain baru seperti Nunung, Alm. Basuki, Kadir dan Gepeng," cerita Tohir.
Hingga akhirnya pamor Srimulat meredup akhir tahun 80-an. Itu disebabkan tak lain karena maraknya jenis hiburan lain. Meski Srimulat kalah pamor oleh berbagai sinetron dan gedung bioskop, namun Cak Tohir tetap bertahan di panggung Srimulat Surabaya. Dan benar, pertunjukan Srimulat benar-benar berhenti pada era 2000 an karena telah ditinggalkan penonton.
Cak Tohir tetap tidak kehilangan semangat panggungnya. Melalui berbagai komunitas kampus pecinta kesenian tradisional, sesekali ia manggung mementaskan monolog kidung Jula-Juli dan ludruk di berbagai kota.
"Tidak selalu ada bayarannya, kalaupun ada cuma 200 ribu rupiah. Memang misi saya lebih untuk mengenalkan seni tradisional ke kaum muda. Sekaligus ingin membuktikan saya tetap bisa berkesenian di luar srimulat," terangnya.
Tapi kalau tidak, Tohir hanya mengandalkan gaji Rp 75 ribu per bulan dari jasa membersihkan dan menjaga masjid At-taufiq di komplek Taman Hiburan Rakyat Surabaya. Untuk kehidupan sehari-hari, ia sambung dari belas kasihan orang dan berbagai pekerjaan serabutan. Ya, Cak Tohir kini sebatang kara tinggal sebagai penjaga Masjid At-taufiq di komplek Taman Hiburan Rakyat Surabaya.
"Di tanah masjid ini dulu berdiri gedung Srimulat pertama. Kebetulan saya diizinkan tinggal sebagai penjaga masjid dan diberi gaji Rp 75 ribu per bulan," terang Tohir.
Namun, Cak Tohir masih merasa beruntung. Baru-baru ini salah stasiun televisi swasta kembali menayangkan Srimulat. Meski tidak sering, Cak Tohir selalu diberi kesempatan memainkan peran hantu.
"Alhamdulillah Nunung yang sekarang semakin terkenal di Opera Van Java itu masih ingat dengan saya. Selama di Jakarta saya selalu diminta menginap di rumahnya," ucap syukur Cak Tohir.
(nrm/iwd)
Cak Tohir, Drakula Srimulat Hidup Sebatang Kara
Norma Anggara - detikSurabaya
Cak Tohir dengan foto masa jayanya
Cak Tohir tak asing bagi para pecinta lawakan Srimulat yang eksis sejak tahun 60 an. Siapa yang tahu bila kariernya sebagai drakula ini langsung dipilih sendiri oleh pendiri grup teater legendaris asal Solo, almarhum Teguh Slamet Rahardjo. Pria 66 tahun ini mengawali kariernya di panggung srimulat di Taman Hiburan Rakyat Surabaya.
"Sebelumnya, saya hanya pelukis baliho pertunjukan srimulat dengan gaji Rp 500 per bulan. Karena menguasai make up character dan saat itu Pak Teguh Almarhum membutuhkan pemain, saya diajak," kata Cak Tohir saat berbincang dengan detiksurabaya.com, di Masjid At-Taufiq, Senin (12/11/2012).
"Setelah terus-menerus berlatih, akhirnya saya menjadi pemeran spesialis hantu. Tidak hanya drakula, karakter saya juga berlanjut ke kuntilanak, pocongan dan lain-lainnya," tutur dia lagi.
Cak Tohir memang ditunjuk untuk memerankan 'Master Drakula' menggantikan Paimo yang harus memerankan sosok vampir wanita 'Madame Drakula'. Cak Tohir sangat pas memerankan sosok hantu Eropa itu.
Setelah itu, karir panggung teaternya semakin meluas ke panggung Srimulat Surabaya, Jakarta, Solo, dan Semarang. Selama proses tersebut, Cak Tohir sempat hijrah ke dunia film, menjadi asisten art director pada sejumlah film. Diantaranya'Bandit Pungli' (1977) besutan sutradara Lilik Sudjio dengan bintang utama Adi Bing Slamet.
"Tahun 1978 saya ditarik lagi oleh Pak Teguh menjadi sutradara untuk membangun Srimulat Solo dan Semarang. Saya ditugasi membentuk para pemain baru seperti Nunung, Alm. Basuki, Kadir dan Gepeng," cerita Tohir.
Hingga akhirnya pamor Srimulat meredup akhir tahun 80-an. Itu disebabkan tak lain karena maraknya jenis hiburan lain. Meski Srimulat kalah pamor oleh berbagai sinetron dan gedung bioskop, namun Cak Tohir tetap bertahan di panggung Srimulat Surabaya. Dan benar, pertunjukan Srimulat benar-benar berhenti pada era 2000 an karena telah ditinggalkan penonton.
Cak Tohir tetap tidak kehilangan semangat panggungnya. Melalui berbagai komunitas kampus pecinta kesenian tradisional, sesekali ia manggung mementaskan monolog kidung Jula-Juli dan ludruk di berbagai kota.
"Tidak selalu ada bayarannya, kalaupun ada cuma 200 ribu rupiah. Memang misi saya lebih untuk mengenalkan seni tradisional ke kaum muda. Sekaligus ingin membuktikan saya tetap bisa berkesenian di luar srimulat," terangnya.
Tapi kalau tidak, Tohir hanya mengandalkan gaji Rp 75 ribu per bulan dari jasa membersihkan dan menjaga masjid At-taufiq di komplek Taman Hiburan Rakyat Surabaya. Untuk kehidupan sehari-hari, ia sambung dari belas kasihan orang dan berbagai pekerjaan serabutan. Ya, Cak Tohir kini sebatang kara tinggal sebagai penjaga Masjid At-taufiq di komplek Taman Hiburan Rakyat Surabaya.
"Di tanah masjid ini dulu berdiri gedung Srimulat pertama. Kebetulan saya diizinkan tinggal sebagai penjaga masjid dan diberi gaji Rp 75 ribu per bulan," terang Tohir.
Namun, Cak Tohir masih merasa beruntung. Baru-baru ini salah stasiun televisi swasta kembali menayangkan Srimulat. Meski tidak sering, Cak Tohir selalu diberi kesempatan memainkan peran hantu.
"Alhamdulillah Nunung yang sekarang semakin terkenal di Opera Van Java itu masih ingat dengan saya. Selama di Jakarta saya selalu diminta menginap di rumahnya," ucap syukur Cak Tohir.
(nrm/iwd)
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Senin, 20/05/2013 16:15 WIB
Hindari Amuk Warga, Masjid Ahmadiyah Disegel dan Ditutup - Senin, 20/05/2013 15:43 WIB
Diduga Depresi, Ponai Ditemukan Gantung Diri di Pohon Mangga - Senin, 20/05/2013 16:00 WIB
Listrik Padam, Pasien RSUD Pacitan Telantar - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector
Komentar Terpopuler
- Rabu, 15/05/2013 12:13 WIB
Diduga Polisi Cantik Itu Terpukul Akibat Foto Syurnya Beredar - Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Rabu, 15/05/2013 18:24 WIB
Kapolres Mojokerto Tak Gentar Atas Pelaporan Briptu Rani ke Mabes Polri
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message