detikcom
Rabu, 31/10/2012 09:40 WIB

Fakta Baru, Oknum TNI AL yang Merampok Indomaret Tewas Ditembak

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Barang bukti
Surabaya - Fakta baru dibalik tewasnya Serda Dwi Widarto, oknum TNI AL yang merampok Indomaret Laban, Menganti, Gresik. Dwi tidak tertembak pistolnya sendiri, melainkan ditembak.

Sebelum Dwi terkapar, bintara angota KRI dr. Soeharso 990 itu sempat bergumul dengan karyawan Indomaret, Dedi Setiawan (20). Ternyata dalam pergumulan itu Dedi berhasil merebut pistol Dwi.

Dor!, Dedi yang sehari-hari bertugas sebagai kasir ini secara spontan menembakkan pistol revolver. Dwi tewas seketika dengan darah bersimbah, setelah sebutir peluru bersarang di dalam kepalanya. Langkah Deni itu patut mendapat apresiasi, karena telah berani melakukan perlawanan.

"Apa yang dilakukan Dedi itu refleks dan tidak disengaja," kata M. Sholeh, kuasa hukum Dedi saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (31/10/2012).

Mantan kader PDIP yang kini menjadi wakil ketua DPD Gerindra Jatim itu mengatakan, Dedi tidak bisa disalahkan meski ia sudah menghilangkan nyawa orang lain. Usaha pembelaan diri meski menghilangkan nyawa orang lain, kata Sholeh, tidak bisa dipidanakan.

"Itu sesuai dengan pasal 49 KUHP tentang tidak bisa dipidana dalam kondisi membela diri," tambah Sholeh yang juga kuasa hukum Indomaret.

Sebelumnya diberitakan bahwa pelaku tewas tertembak pistol yang dipegangnya setelah bergumul dengan karyawan Indomaret, Minggu (28/10/2012) malam. Informasi Dedi itu sudah disampaikan ke pihak kepolisian.

Pistol yang dibawa pelaku pun dari hasil penyelidikan polisi, diketahui pistol revolver milik Briptu Nyartam, anggota Satlantas Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu. Saat sedang piket di Pos Margomulyo, pelaku mendatangi Nyartam dan memukul setelah itu kabur.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iwd/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%