detikcom
Sabtu, 27/10/2012 12:17 WIB

Artis Video Porno Arek Ngoro Sudah Diamankan

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - Polres Mojokerto bergerak cepat mencari artis video mesum yang menggegerkan Mojokerto. Hasilnya, dua pemeran adegan porno Lisa vs Ali itu berhasil diamankan polisi.

Ali Komarudin (24) dan Lisatulniah (19), adalah warga Dusun Jedong Wetan, Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Ironisnya, kedua pasangan selingkuh ini ternyata sama-sama sudah bersuami dan beristri serta mempunyai anak.

"Keduanya diamankan di rumahnya masing-masing," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP I Gede Suartika saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Sabtu (27/10/2012) siang.

Video itu dibuat sekitar tiga bulan yang lalu. Saat itu, kebetulan pada bulan puasa. Keduanya merekam adegan seronoknya di sebuah villa di Tretes Pasuruan sekitar pukul 11.00 WIB. Keduanya berhubungan intim lebih dari 10 kali.

Proses penyidikan kasus video porno ini akan dilimpahkan ke Polres Pasuruan. Sebab, locus delectinya atau tempat kejadiannya, ada di Pasuruan. Kedua tersangka bakal dikenakan Pasal 29 UU RI No 44 2008 dan Pasal 282 KUHP. Dengan ancaman hukuman 6 tahun atau denda maksimal 1 miliar.

"Semua berkas penyidikan dan file videonya sudah kita siapkan. Kita segera limpahkan ke Polres Pasuruan," pungkasnya.

Sebelumnya, sepekan terakhir ini, warga Mojokerto dihebohkan dengan beredarnya video porno yang diperankan sepasang kekasih. Video berdurasi 6,4 menit itu diperankan oleh warga Kecamatan Ngoro.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%