Detik.com News
Detik.com
Rabu, 26/09/2012 09:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Mobil di Tol Waru-Perak

Norma Anggara - detikNews
Surabaya - Sebanyak 5 kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tol Waru arah Perak KM 12-600. Meski terjadi di jalur cepat, kecelakaan ini tak sampai memakan korban jiwa.

Sekitar pukul 07.00 WIB, mobil Innova L 1111 AR berada di urutan paling depan dalam kecelakaan beruntung itu. Kemudian disusul jazz L 1561 QQ, sedan lancer L 1531 BG, Yaris silver W 1802 PT, kemudian Xenia L1594 VM berada di posisi paling belakang.

"Kecelakaannya berada di jalur cepat. Mereka (5 kendaraan, red) terlalu mepet," kata Aiptu M Soleh saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (26/9/2012).

Salah satu Petugas Jalan Raya (PJR) Tol Jatim I ini mengatakan, saat ada salah satu mobil yang mendadak mengurangi kecepatan, lainnya tidak bisa mengimbangi. Satu sopir Yaris mengalami sedikit shock dan luka, sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Selama 30 menit setelah kejadian, kondisi lalu lintas tol terpantau macet sepanjang 1,5 km. Petugas saat itu masih berusaha mengevakuasi lima kendaraan tersebut ke bahu jalan.

"Saat kejadian, lalu lintas tol sudah cukup ramai. Pasca kejadian, lalin sempat macet hingga 1,5 km," terang dia.

Tapi kini, lalu lintas dari arah Waru menuju Perak sudah berangsur lancar. Sementara sopir dan lima kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun ini telah kembali membawa kendarannya masing-masing.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%