detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 06/09/2012 16:35 WIB

Saksi Ahli Pertanyakan Surat Pernyataan Kasek SMP Taman Siswa

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sidoarjo - Sidang lanjutan gugatan KPUD Batu oleh DPC PDIP terkait pencoretan pasangan walikota incumbent Eddy Rumpoko-Punjul Santoso sempat diwarnai skorsing oleh majelis hakim.

Skorsing disebabkan penggugat mendesak agar prinsipal KPUD Batu memberi penjelasan terkait 2 bukti surat yang digunakan dasar klarifikasi pencalonan Eddy Rumpoko. Namun tergugat menolak karena prinsipal KPUD hadir hanya untuk membantu dalam persidangan, bukan sebagai saksi.

Dalam sidang gugatan yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya yang mempunyai agenda pemeriksaan bukti surat dan keterangan saksi ahli yang diajukan penggugat.

Esau Ngefak, Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang, usai menskorsing sidang akhirnya melanjutkan dengan mengabulkan permohonan penggugat. Kedua belah pihak dan prinsipal KPUD Kota Batu pun diminta maju ke meja hakim.

"Dari dua surat ini (T13 dan P14) mana yang jadi bahan klarifikasi," tanya Esau Ngefak kepada prinsipal KPUD, Kamis (6/9/2012).

Nurhani prinsipal KPUD Batu akhirnya menunjuk bukti surat T13. Nurhani pun menjelaskan jika surat T13 maupun P14, sama-sama surat keterangan yang dibuat mantan kepala sekolah SMP Taman Siswa Surabaya yang menyatakan tidak ada siswa yang bernama Eddy Rumpoko.

Sementara, saksi ahli yang diajukan penggugat Emanuel Sujatmoko dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga menyatakan jika inti dari dua bukti surat tersebut sama. Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ze/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%