Senin, 03/09/2012 08:05 WIB

Harga Kedelai Meroket, Pengusaha Tahu di Bojonegoro Menjerit

Ainur Rofiq - detikNews
Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Makin mahalnya harga kedelai saat ini dikeluhkan ratusan pengusaha dan pedagang tahu dan tempe di wilayah Bojonegoro. Apalagi kenaikan harga kedelai sudah berjalan sebulan lamanya.

Salah satu pengusaha tahu tempe di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kota, Supardi (40) mengaku jika sebelumnya harga kedelai di pasaran hanya Rp 6 ribu per kg, saat ini naik menjadi Rp 7.700 per kg-nya.

Dia mengaku jika harga kedelai tidak ditekan pemerintah, dirinya dan para pengusaha tempe tahu lainnya akan terancam gulung tikar.

"Kita selama 1 bulan lebih ini hanya bisa bertahan, agar bisa makan saja, untuk mencari untung sedikit saja susah terpaksa kita hanya bisa untuk merubah ukuran tahu saja," keluh Supardi saat detiksurabaya.com berkunjung di pabrik tahu miliknya, Senin (3/9/2012).

Untuk menyiasati agar para pengusaha dan pedagang tahu tempe tidak bangkrut, selama ini para pekerja mengubah ukuran tahu yang dijual sehingga masih bisa bertahan.

Sementara itu musim kemarau yang belum berakhir ini juga membuat kendala tersendiri bagi pekerja. Pasalnya pembuatan tahu memerlukan air yang cukup banyak, jika tak ada air terpaksa beli dan membuat sumur baru.

Pemkab Bojonegoro diharapkan segera turun ke lapangan mengantisipasi kenaikan harga kedelai yang terus melambung. Apalagi saat ini musim panen kedelai.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%