detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 19:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 03/09/2012 08:05 WIB

Harga Kedelai Meroket, Pengusaha Tahu di Bojonegoro Menjerit

Ainur Rofiq - detikNews
Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro - Makin mahalnya harga kedelai saat ini dikeluhkan ratusan pengusaha dan pedagang tahu dan tempe di wilayah Bojonegoro. Apalagi kenaikan harga kedelai sudah berjalan sebulan lamanya.

Salah satu pengusaha tahu tempe di Desa Ledok Kulon Kecamatan Bojonegoro Kota, Supardi (40) mengaku jika sebelumnya harga kedelai di pasaran hanya Rp 6 ribu per kg, saat ini naik menjadi Rp 7.700 per kg-nya.

Dia mengaku jika harga kedelai tidak ditekan pemerintah, dirinya dan para pengusaha tempe tahu lainnya akan terancam gulung tikar.

"Kita selama 1 bulan lebih ini hanya bisa bertahan, agar bisa makan saja, untuk mencari untung sedikit saja susah terpaksa kita hanya bisa untuk merubah ukuran tahu saja," keluh Supardi saat detiksurabaya.com berkunjung di pabrik tahu miliknya, Senin (3/9/2012).

Untuk menyiasati agar para pengusaha dan pedagang tahu tempe tidak bangkrut, selama ini para pekerja mengubah ukuran tahu yang dijual sehingga masih bisa bertahan.

Sementara itu musim kemarau yang belum berakhir ini juga membuat kendala tersendiri bagi pekerja. Pasalnya pembuatan tahu memerlukan air yang cukup banyak, jika tak ada air terpaksa beli dan membuat sumur baru.

Pemkab Bojonegoro diharapkan segera turun ke lapangan mengantisipasi kenaikan harga kedelai yang terus melambung. Apalagi saat ini musim panen kedelai.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
83%
Kontra
17%