detikcom
Sabtu, 11/08/2012 16:05 WIB

Inilah 54 Titik Rawan Kecelakaan di Jatim yang Patut Diwaspadai

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - 54 Titik rawan kecelakaan yang tersebar di ruas jalur utama di Jawa Timur wajid diwaspadai pengendara saat melakukan perjalanan selama arus mudik lebaran 2012.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ ) Jatim Wahid Wahyudi mengatakan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan di puluhan titik rawan kecelakaan di jalur utama Jatim pihaknya sudah siapkan petugas dan peralatan berat.

"Untuk titik rawan kecelakaan, kita tempatkan satu posko yang dilengkapi mobil derek serta aneka rambu-rambu lalu lintas," katanya saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (11/8/2012).

Berikut jalur utama Jatim yang rawan kecelakaan:

1. Untuk jalur Surabaya-Mojokerto-Madiun-Ngawi-Mantingan yang rawan kecelakaan terdapat pada daerah Waru, Trosobo, By Pass Krian, Balungbendo, By Pass Mojokerto, Perak, Gedungrejo Nganjuk, Sukomoro, Wilangan, Caruban, Madiun Km 18.000-19.000 dan Ngawi di KM 185.000-186.000.

2. Jalur Surabaya-Lamongan-Tuban-Bulu, daerah yang teridentifikasi rawan kecelakaan diantaranya di daerah Margomulyo Surabaya, Duduk Sampean, Ambeng-ambeng, Sukodadi, Pucung, Widang, Pakah, Jenu, Tambak Boyo, dan Bancar.

3. Jalur Surabaya-Malang-Blitar-Tulungagung, yang rawan kecelakaan adalah Purwodadi, Lawang, Singosari, Pakis Haji, Sumber Pucung, Talun, Sumbertangan, dan Ngunut.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%