Kamis, 09/08/2012 16:28 WIB

Video Syur Sepasang Remaja Gemparkan Mojokerto

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - Selama 2 pekan terakhir, sejumlah kawasan di Mojokerto utara, digegerkan beredarnya video syur diduga diperankan sepasang pelajar. Kini, polisi tengah melakukan penyelidikan beredarnya video ini.

"Kita sudah temukan barang buktinya berupa file video. Selanjutnya kita selidiki," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Eko Puji Nugroho, Kamis (9/8/2012).

Informasi yang beredar di masyarakat, video yang berdurasi 7,38 menit ini diperankan oleh sepasang pelajar SMA di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Dalam video ini, tampak sekali adegan syur.

Video berformat 3gp ini direkam di sebuah ruangan yang terbuat dari anyaman bambu. Pemeran video berjudul 'Dawarblandong Bergoyang' ini tampaknya tak malu saat kedua wajahnya terekam kamera Hp.

Saat keduanya melakukan hubungan intim, wajah kedua perempuan ini nampak sangat gamblang terekam. Pemeran perempuan terlihat memakak rok biru dan beralaskan jaket merah. Sementara pemeran laki-laki, terlihat mengenakan baju hitam.

Polisi menduga, pemeran video ini masih berumur belasan tahun dan tercatat sebagai pelajar. Untuk membuktikannya, polisi melakukan penyelidikan.

"Pemeran dan penyebar masih diselidiki. Status pelajar atau tidak, kita akan buktikan," pungkas Kapolres.

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%