Senin, 06/08/2012 11:09 WIB

7 Nyeri Tubuh yang Tak Bisa Diabaikan

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Halaman 1 dari 5
File: detikhealth
Jakarta - Pasca berolahraga atau melakukan aktivitas yang intens maupun dalam waktu yang lama, biasanya Anda akan merasakan nyeri di titik-titik tertentu pada tubuh.

Masalahnya, terkadang nyeri-nyeri ini seringkali diabaikan karena Anda merasa itu tak terlalu berbahaya, takkan menimbulkan efek samping atau bisa diobati dengan mudah. Tapi jangan salah! Sejumlah nyeri justru merupakan salah satu gejala gangguan kesehatan serius.

Untuk lebih jelasnya, ini dia 7 jenis nyeri yang dirasakan di tubuh namun seringkali diabaikan dan bagaimana cara mengatasinya seperti dikutip dari menshealth, Senin (6/8/2012).

1. Nyeri di selangkangan
Biasanya nyeri yang datang mendadak ini disertai dengan pembengkakan di sekitar selangkangan.

Kondisi:
Nyeri ini biasa disebut dengan testical torsion (nyeri buah pelir). Normalnya, testis seorang pria melekat pada tubuh dengan dua cara: lewat spermatic cord yang berasal dari perut dan jangkar berdaging dekat skrotum.

Namun terkadang bayi yang mengalami cacat bawaan umumnya tidak memiliki jangkar tersebut. Hal ini memungkinkan salah satu spermatic cord untuk terbelit dan memotong aliran darah ke testis.

"Jika bisa diatasi dalam waktu 4-6 jam maka Anda biasanya masih bisa menyelamatkan testisnya, namun setelah 12-24 jam, bisa jadi Anda kehilangan testis," ungkap Jon Pryor, MD, pakar urologi dari University of Minnesota.Next

Halaman 1 2 3 4 5

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ir/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close