Kamis, 02/08/2012 18:18 WIB

Puncak Mudik di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Diprediksi H-2

Zainal Effendi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Arus mudik lebaran di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan terjadi pada H-2. Jumlah penumpang baik orang atau kendaraan mengalami peningkatan 6 persen dibanding tahun lalu.

Menurut Kepala Dishub dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, puncak arus mudik di pelabuhan yang menghubungkan Provinsi Jatim-Bali akan terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Dengan jumlah penumpang sekitar 70 ribu dengan jumlah kendaraan roda dua, 17 ribu dan kendaraan roda empat mencapai 5 ribu kendaraan.

Sedangkan puncak di Pelabuhan Ketapang, jumlah penumpang mencapai 51 ribu
dengan jumlah kendaraan roda dua sekitar 10 ribu sepeda motor dan 5 ribu
kendaraan roda empat yang akan memenuhi puncak arus mudik diprediksi pada H-2.

Selain memprediksi puncak arus mudik, Wahid juga memperkirakan jam-jam
yang diperkirakan akan dipadati para pemudik dari Pelabuhan Gilimanuk, yakni pukul 09.00-16.00 WITA untuk penumpang orang.

Sedangkan antrean sepda motor akan terjadi antara pukul 08.00-03.00 WITA, untuk mobil diperkirakan terjadi pukul 19.00-04.00 WITA.

"Saat puncak lebaran, akan kita operasikan masing-masing 35 kapal feri dari kedua pelabuhan dengan jumlah trip masing-masing 245 perjalanan pulang pergi dengan rata-rata daya angkut tiap perjalanan 628 penumpang, 272 sepeda motor dan 82 mobil," kata Wahid kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Kamis (2/8/2012).

Sementara jumlah dermaga yang akan digunakan untuk mengantisipasi puncak
arus mudik di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Wahid mengungkapkan jika 6
dermaga di Pelabuhan Ketapang siap digunakan.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%