detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 14:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 26/07/2012 12:25 WIB

Al-Quran Terjemahan Bahasa Madura Diminati

Norma Anggara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Anggota Jamaah Pengajian Surabaya (JPS) menerjemahkan Al-Quran ke dalam Bahasa Madura. Unik, tapi upaya penerjemahan ini lebih ditujukan membantu para muslim terutama berasal dari Madura mendalami makna ayat-ayat suci Al-Quran.

Jamaah ini mengawali kegiatannya dengan mengaji menggunakan bahasa Indonesia, Jawa dan Sunda. Kemudian sejak tahun 2002 lalu, 16 anggota JPS mulai mengembangkan ide almarhum Pengasuh JPS. KH Abdullah Sattar, KH Abdullah Sattar Majid Ilyas untuk meneruskan cita-cita sang ayah, menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Madura.

Saat berbincang dengan detiksurabaya.com, bendahara JPS Arman Mandaliana mengaku, upaya penerjemahan tersebut karena berbagai alasan. Terutama yakni, beberapa anggota JPS berasal dari Madura.

"Jamaah juga banyak ke Madura. Makanya, kami punya ide untuk menerjemahkan ke bahasa Madura, supaya anggota kami yang berasal dari Madura semakin memahami dam bisa mendalami apa hikayat dan makda ayat-ayat suci Al-Quran," kata Arman, Kamis (26/7/2012).

Arman menjelaskan, proses penerjemahan Al Quran ke Bahasa Madura ini melibatkan beberapa anggota JPS asal Madura. Sebanyak 16 orang yang seluruhnya asli Madura secara rutin seminggu dua kali, selama 4 tahun sejak 2002 hingga 2006 tekun menerjemahkan 30 juz Al Quran. Mereka juga atas bimbingan KH Abdullah Sattar.

Penerjemahan Al-Quran ke bahasa Madura ini, lanjut dia, relatif tidak mengalami kesulitan. Para anggota JPS ini hanya mengalami sedikit proses penerjemahan yang cukup lama saat sampai pada juz ke-30 atau juz amma yang memiliki perbedaan dari surat-surat lainnya.

"Kalau surat-surat sebelumnya banyak pengulangan di Al Quran. Kurang lebih 40 persen sama kata-katanya. Tapi di juz amma ini yang tersulit," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrm/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%