Kamis, 26/07/2012 12:25 WIB

Al-Quran Terjemahan Bahasa Madura Diminati

Norma Anggara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Anggota Jamaah Pengajian Surabaya (JPS) menerjemahkan Al-Quran ke dalam Bahasa Madura. Unik, tapi upaya penerjemahan ini lebih ditujukan membantu para muslim terutama berasal dari Madura mendalami makna ayat-ayat suci Al-Quran.

Jamaah ini mengawali kegiatannya dengan mengaji menggunakan bahasa Indonesia, Jawa dan Sunda. Kemudian sejak tahun 2002 lalu, 16 anggota JPS mulai mengembangkan ide almarhum Pengasuh JPS. KH Abdullah Sattar, KH Abdullah Sattar Majid Ilyas untuk meneruskan cita-cita sang ayah, menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Madura.

Saat berbincang dengan detiksurabaya.com, bendahara JPS Arman Mandaliana mengaku, upaya penerjemahan tersebut karena berbagai alasan. Terutama yakni, beberapa anggota JPS berasal dari Madura.

"Jamaah juga banyak ke Madura. Makanya, kami punya ide untuk menerjemahkan ke bahasa Madura, supaya anggota kami yang berasal dari Madura semakin memahami dam bisa mendalami apa hikayat dan makda ayat-ayat suci Al-Quran," kata Arman, Kamis (26/7/2012).

Arman menjelaskan, proses penerjemahan Al Quran ke Bahasa Madura ini melibatkan beberapa anggota JPS asal Madura. Sebanyak 16 orang yang seluruhnya asli Madura secara rutin seminggu dua kali, selama 4 tahun sejak 2002 hingga 2006 tekun menerjemahkan 30 juz Al Quran. Mereka juga atas bimbingan KH Abdullah Sattar.

Penerjemahan Al-Quran ke bahasa Madura ini, lanjut dia, relatif tidak mengalami kesulitan. Para anggota JPS ini hanya mengalami sedikit proses penerjemahan yang cukup lama saat sampai pada juz ke-30 atau juz amma yang memiliki perbedaan dari surat-surat lainnya.

"Kalau surat-surat sebelumnya banyak pengulangan di Al Quran. Kurang lebih 40 persen sama kata-katanya. Tapi di juz amma ini yang tersulit," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrm/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%