detikcom
Selasa, 24/07/2012 17:32 WIB

Harga Kedelai Rp 8 Ribu per Kg, Pengrajin Tempe Pilih Kecilkan Ukuran

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Berbagai upaya dilakukan pengrajin tempe di Surabaya untuk bertahan. Ini disebabkan agar usahanya tetap berproduksi, meski harga kedelai di pasaran mencapai Rp 8 ribu per kg.

Salah satunya, memperkecil ukuran tempe hingga mencampur sedikit kulit kedelai kedalam produksi tempe yang dibuat para pengrajin untuk menekan biaya produksi.

Seperti yang diungkapkan, Sriyati (50) warga Pogot Baru. Dia mengaku jika kenaikan harga kedelai saat ini merupakan kenaikan harga tertinggi dibandingkan kenaikan harga kedelai sebelumnya.

"Dulu naik menjadi Rp 5.500 sudah berhenti dan sekarang mencapai Rp 8 ribu. Biasanya harganya mentok Rp 6 ribu," kata Sriyati saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (24/7/2012).

Ibu tiga anak asal Pekalongan ini menungungkapkan saat ini, dirinya sengaja memperkecil ukuran tempe produksinya. Alasannya, langganannya enggan membli tempenya jika harganya dinaikkan.

"Repotnya sekarang pembuat tempe tidak bisa menaikkan harga jual. Paling hanya mengecilkan ukuran," ungkapnya.

Dengan mengecilkan ukuran tempenya, wanita yang sudah menggeluti pengrajin tempe 20 tahun ini masih mampu menghabiskan 1 kuintal kedelai tiap hari dengan harga Rp 8 ribu perkilo.

Lain halnya dengan Abu Saeri (30), warga Tanah Merah III yang memilih cara mencampuri sedikit kulit kedelai untuk mensiasati agar usaha yang dirintis 10 tahun lalu tetap buka.

"Naiknya kedelai sejak 2 bulan lalu dan terus naik hingga sekarang yang mencapai Rp 8 ribu. Cara mensiasatinya saya mencampur sedikit kulit kedelai yang biasanya kita cuci bersih," katanya.

Dengan begitu, bapak dua anak ini tidak perlu mengecilkan ukuran tempe produksinya. Abu berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menurunkan harga kedelai sehingga pendapatan dan produksinya bisa meningkat.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ze/fat)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%